Harga minyak anjlok lagi menjelang sanksi AS kepada Iran berlaku

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak turun lebih dari 1% pada hari Selasa karena ada tanda-tanda meningkatnya pasokan dan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi global dan permintaan bahan bakar akan menjadi korban perang perdagangan AS-China.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Minyak mentah Brent berjangka turun US$ 1,43 (-1,9%) menuju di US$ 75,91 per barel. US crude futures West Texas Intermediate (WTI) turun 86 sen menjadi US$ 66,18 per barel (-1,3%).

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Pada awal sesi, Brent mencapai sesi rendah US$ 75,09 per barel, terendah sejak 24 Agustus. WTI merosot ke US$ 65,33 per barel, terlemah sejak 17 Agustus.

Harga sedikit berubah dalam perdagangan pasca-penyelesaian setelah kelompok industri American Petroleum Institute melaporkan persediaan minyak mentah AS naik 5,7 juta barel pekan lalu, lebih dari perkiraan analis untuk pembangunan 4,1 juta barel.

Investor akan melihat data resmi pemerintah tentang cadangan minyak AS yang akan dirilis Rabu.

Kedua benchmark minyak mentah itu telah jatuh sekitar US$ 10 per barel dari harga tertinggi empat tahun yang dicapai pada minggu pertama bulan Oktober dan berada di jalur harga terendah sejak Juli 2016.

“Satu diskusi yang sedang berkembang adalah bahwa ketegangan perdagangan merugikan permintaan untuk minyak mentah. Mungkin ada unsur kebenaran untuk itu,” kata Bob Yawger, direktur berjangka di Mizuho di New York.

Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan harga minyak yang tinggi merugikan konsumen dan dapat mengurangi permintaan bahan bakar pada saat kegiatan ekonomi global melambat.

Produksi minyak dari Rusia, Amerika Serikat, dan Arab Saudi mencapai 33 juta barel per hari (bpd) untuk pertama kalinya pada September, data Eikon Refinitiv menunjukkan.

Itu adalah peningkatan 10 juta bpd sejak awal dekade ini dan berarti ketiga produsen itu sendiri sekarang memenuhi sepertiga permintaan minyak mentah global.

Amerika Serikat akan memberlakukan sanksi baru terhadap minyak mentah Iran mulai pekan depan, dan ekspor dari Republik Islam Iran sudah mulai turun. Arab Saudi dan Rusia mengatakan mereka akan memompa cukup minyak untuk memenuhi permintaan setelah sanksi AS diberlakukan.

“Fakta bahwa kelemahan harga ini berkembang tepat sebelum peberlakuan resmi sanksi minyak Iran menunjukkan pasar yang dipasok berlimpah di mana pasokan tambahan dibawa ke pasar dengan baik sebelum kemungkinan akselerasi dalam penurunan ekspor Iran,” kata Jim Ritterbusch, presiden. Ritterbusch and Associates, mengatakan dalam sebuah catatan.

Source : kontan.co.id

 

Advertisements

Dow Jones rontok tertekan eskalasi perang dagang AS-China

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA – Bursa saham Amerika Serikat (AS) jatuh pada hari Senin (29/10) dalam perdagangan yang bergejolak. Para trader dan investor mengkhawatirkan eskalasi ketegangan perdagangan AS-China serta penurunan tajam kinerja nama-nama besar saham teknologi dan internet.

PT KONTAK PERKASA – Setelah reli pagi, indeks utama AS kembali turun tajam setelah mencuat laporan Bloomberg bahwa Amerika Serikat sedang mempersiapkan pengumuman tarif terhadap semua impor China yang tersisa pada awal Desember, jika pembicaraan bulan depan antara presiden Donald Trump dan Xi Jinping tak kunjung jelas.

PT KONTAK PERKASA – “Jelas, pertempuran dagang ini berpotensi pecah menjadi sesuatu yang lebih buruk dari yang sudah ada,” kata Mark Luschini, kepala strategi investasi di Janney Montgomery Scott di Philadelphia.

Dow Jones Industrial Average turun 245,39 poin (0,99%) menjadi 24.442,92. S&P 500 anjlok 17,44 poin (0,66%) menjadi 2.641.25. Nasdaq Composite turun 116,92 poin (1,63%) menjadi 7.050,29.

Saham teknologi dan penyokong utama Wall Street seperti Amazon.com Inc, induk Google Alphabet Inc dan Netflix Inc, juga membukukan penurunan tajam. Sektor teknologi S&P 500 turun 1,8%.

Sektor industri, yang dipandang sebagai sensitif terhadap masalah perdagangan, turun 1,7% dengan Boeing Co jatuh 6,6%.

“Keprihatinan tentang pertumbuhan global dan perdagangan global terus menciptakan overhang bagi perusahaan AS dan ekuitas global,” kata Chad Morganlander, manajer portofolio senior di Washington Crossing Advisors di Florham Park, New Jersey.

Gejolak pasar telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir, akibat suku bunga yang lebih tinggi dan kekhawatiran ketegangan ekonomi dan perdagangan. Investor juga semakin gelisah oleh ketidakpastian seputar pemilihan kongres AS yang akan berlangsung seminggu lagi.

Dalam berita perusahaan, saham pembuat perangkat lunak Red Hat Inc melonjak 45,4% setelah perusahaan itu setuju untuk dibeli oleh IBM Corp sebesar US$ 34 miliar. Tetapi saham IBM turun 4,1%, membebani Dow dan S & P.

Kemarin sekitar 9,3 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di atas rata-rata harian 8,5 miliar selama 20 sesi terakhir.

Source : kontan.co.id

Harga minyak merambat naik jelang sanksi Iran akhir pekan ini

Tags

, , ,

KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak menguat tipis pada awal perdagangan pekan ini. Senin (29/10) pukul 7.19 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember 2018 di New York Mercantile Exchange naik 0,19% ke level US$ 67,72 per barel.

KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) ini masih terhitung turun 2,36% jika dibandingkan dengan Senin pekan lalu pada level US$ 69,36 per barel.

KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak brent pun bergerak serupa. Hari ini, harga minyak brent untuk pengiriman Desember 2018 di ICE Futures naik 0,15% ke level US$ 77,80 per barel. Dalam sepekan, harga minyak acuan internasional ini masih turun 2,54%.

Dalam sepekan, harga minyak cenderung turun setelah Arab Saudi dan beebrapa produsen minyak memastikan akan menaikkan pasokan. Penurunan pasokan terjadi setelah AS menerapkan kembali sanksi bagi Iran.

Mulai akhir pekan ini, Minggu (4/11), AS menargetkan Iran tak bisa lagi mengekspor minyak. Pemerintah China telah meminta dua BUMN minyak untuk menghindari pembelian minyak dari Iran.

Analis UBS memperkirakan, permintaan minyak tahun depan akan melambat akibat kenaikan harga yang terus terjadi belakangan.

Robert Lutts, Presiden dan Chief Investment Officer Cabot Wealth Management mengatakan, para pemodal masih melihat harga minyak di sekitar level US$ 40 per barel. “Orang-orang salah menghitung keseimbangan supply dan demand,” kata dia seperti dikutip Reuters.

Lutts menilai, harga minyak akan mengarah ke US$ 80 per barel-US$ 90 per barel dalam setahun ke depan. Meski sdah terkoreksi, harga minyak masih menguat 11% sepanjang tahun ini.

Source : kontan.co.id

Kinerja Microsof dan Ford memoles bursa Wall Street

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks bursa Wall Street menanjak di perdagangan Kamis (25/10), terpicu laba yang kuat sejumlah emiten besar, seperti Microsoft dan Ford Motor. Ini membantu meredakan aksi jual saham di sesi perdagangan sebelumnya yang mengirim indeks Nasdaq ke zona koreksi.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Mengutip Reuters, Kamis (25/10) hingga pukul 09.59 waktu AS, indeks Dow Jones Industrial Average naik 213,46 poin atau 0,87% menjadi 24.796,88.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Lalu indeks S&P 500 naik 30,19 poin atau 1,14% ke level 2.686,29 dan indeks Nasdaq Composite naik 140,58 poin atau 1,98% ke 7.248,99.

Harga saham Microsoft melonjak 6,1% setelah pendapatan dan laba perusahaan ini melampaui perkiraan konsensus analis. Kinerja Microsoft dibantu permintaan yang kuat untuk komputasi awan Azure dan produk perangkat lunak Office 365.

Sementara harga saham Ford Motor melejit 7,4% karena laporan pendapatannya meningkatkan ekspektasi kinerja yang kuat di tahun ini.

Hasil kinerja dua emiten itu menawarkan harapan ke Wall Street, setelah babak belur di pekan ini akibat kekhawatiran tentang dampak perang tarif dan perlambatan ekonomi China ke keuntungan perusahaan dan pertumbuhan ekonomi global.

Ditambah lagi kekhawatiran soal meningkatnya biaya pinjaman, anggaran Italia dan pemilihan sela AS bulan depan. Ini yang memicu penurunan indeks Wall Street pada Rabu (24/10).

“Ada rasa gugup dan hati-hati karena banyak orang yang waspada oleh penurunan indeks kemarin,” kata Scott Brown, Kepala Ekonom Raymond James di St. Petersburg seperti dilansir Reuters.

Source : kontan.co.id

Harga minyak turun 1%, didera kecemasan dari pasar saham global

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA – Harga minyak turun sekitar 1% pada perdagangan Kamis (25/10) lantaran tertekan aksi jual dari pasar saham global.

PT KONTAK PERKASA – Harga minyak mentah Brent berjangka untuk kontrak pengiriman bulan depan, berada di level US$ 75,42 per barel pada 08.05 WIB, turun 1% dari hari sebelumnya.

PT KONTAK PERKASA – Sementara itu, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$ 66,23 per barel atau turun 0,9% dari hari sebelumnya.

“Harga minyak jatuh karena ada tekanan jual ekstrim. Aksi jual di pasar saham memicu kekhawatiran atas pertumbuhan permintaan minyak,” ujar Lukman Otunuga, analis di broker berjangka FXTM, seperti dikutip Reuters, Kamis (25/10).

Pasar memang dibayangi berbagai kekhawatiran termasuk soal perang dagang, anjloknya berbagai mata uang di emerging market, dan kenaikan biaya pinjaman dan imbal hasil obligasi, serta kekhawatiran ekonomi di Italia.

Minyak WTI telah anjlok hampir 10% di bulan ini. Sementara harga minyak Brent telah turun hampir 9%. Pasar minyak juga masih cemas menjelang sanksi AS terhadap ekspor minyak mentah Iran yang dimulai pada 4 November mendatang.

Di tengah tekanan dari Washington, perusahaan minyak China Sinopec dan China National Petroleum COrp belum memesan minyak dari Iran untuk November karena ada kekhawatiran kalau pelanggaran sanksi dapat berdampak pada operasional global perusahaan.

China adalah pelanggan minyak terbesar Iran. Artinya, menghentikan impor minyak Iran berarti banyak penyulingan yang harus mencari pasokan alternatif di tempat lain. Di sisi lain, Stok minyak mentah komersial AS naik 6,3 juta barel menjadi 422,79 juta barel.

Source : kontan.co.id

IHSG bergerak tipis-tipis di awal perdagangan Selasa

Tags

, , ,

KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak tipis-tipis pada perdagangan Selasa pagi (23/10). Indeks acuan pasar domestik ini bertambah 4 poin atau 0,08% menjadi 5.845 pada pukul 9:07.

KONTAK PERKASA FUTURES – Enam sektor saham memperlihatkan geliat positif. Sektor Infrastruktur, konstruksi, dan finansial sama-sama menguat di kisaran 0,3%. Sedangkan grup saham aneka industri memperlihatkan penurunan 0,8%.

KONTAK PERKASA FUTURES – Kemarin Senin (22/10), IHSG ditutup naik tipis 0,05% ke level 5.840.

Menurut Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas, penguatan IHSG kemarin ditopang salah satunya oleh pergerakan rupiah yang stabil di awal pekan.

Hari ini, pasar juga akan menanti hasil keputusan bunga Bank Indonesia, yang diperkirakan tak berubah dari posisi bulan lalu yaitu 5,75%.

Source : kontan.co.id

Arab Saudi: Tidak ada niat embargo minyak seperti tahun 1973

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Arab Saudi mengatakan tidak bakal memberlakukan embargo minyak, seperti tahun 1973 terhadap konsumen barat. Saudi juga menegaskan, akan memisahkan persoalan minyak dengan politik, di tengah memanasnya tudingan terhadap Saudi atas terbunuhnya jurnalis Saudi berkebangsaan AS, Jamal Khashoggi.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – “Kami tidak ada niat seperti itu,” kata Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih, ketika ditanya mengenai kemungkinan mengulang embargo tahun 1973.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Saudi akhirnya, kemarin, Minggu (21/10) mengakui terbunuhnya Khashoggi di Konsulat Saudi di Turki pada 2 Oktober dan ada perkelahian. Tetapi, Saudi menegaskan tak tahu penyebab kematian Khashoggi, di mana jasadnya, serta menegaskan Putra Mahkota Mohammad bin Salman tak terlibat dalam kasus ini.

Sementara itu, tudingan pada Mohammad bin Salman masih kencang dari publik. Termasuk dari Presiden AS Donald Trump yang mengaku tak puas dengan jawaban Saudi atas kasus ini.

“Insiden ini akan berlalu. Selama beberapa dekade kami telah menggunakan kebijakan minyak sebagai alat ekonomi yang bertanggung jawab dan mengisolasi dari politik,” kata Falih.

Tahun 1973, negara penghasil minyak OPEC melakukan embargo minyak terhadap berbagai negara mulai dari Amerika Utara, Inggris, hingga Afrika Selatan. Embargo tersebut menerbangkan harga minyak dari US$ 3 per barel menjadi US$ 12 per barel.

Harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Desember pada siang ini pukul 13:22 menguat 0,44% menjadi US$ 80,13 per barel. Tren kenaikan harga minyak mentah belakangan terjadi menjelang berlakunya sanksi ekspor AS terhadap Iran pada 4 November mendatang.

Source : kontan.co.id

Harga minyak dunia diprediksi lebih stabil tahun depan

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA – Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga minyak pada tahun 2019 kemungkinan besar tidak terlalu bergolak.

PT KONTAK PERKASA – Kemungkinan harga minyak pada tahun 2019 stabil di level US$ 66 sampai dengan US$ 68 per barel untuk jenis WTI, sedangkan untuk jenis Brent akan berada di level US$ 75 per barel.

PT KONTAK PERKASA – “Kemarin kan capaian tertingginya berada di level US$ 76,88 per barel, tetapi kemungkinan besar di tahun 2019 harga minyak akan lebih stabil dibandingkan dengan tahun ini,” ujarnya, Jum’at (19/10)

Hal ini dikarenakan, pada tahun 2018 akan adanya pemberian sanksi kepada Iran dari AS untuk memberhentikan ekspor, yang akan mulai diterapkan sanksinya pada 4 November 2018.

Dengan adanya pemberian sanksi ini tentu saja akan menguatkan kembali harga minyak mentah, tetapi saat ini negara-negara penghasil minyak selain Iran sudah mulai memasok minyak untuk menggantikan posisi Iran. Sehingga, minyak diperkirakan untuk tahun 2019 akan kembali stabil.

“Jadi jangan heran kalau harga minyak jatuh dari harga tertingginya pada tanggal 3 Oktober 2018 yaitu berada di level US$ 76,88 per barel menjadi US$ 68 per barel, dan kemungkinan besar akan terus turun sampai di level US$ 67,70 per barel,” ujar Ibrahim.

Faktor lain yang menyebabkan harga minyak kembali melemah ialah, dengan Federal Reserve System (The Fed) yang kemungkinan besar pada tahun 2019 akan kembali menaikkan suku bunga sebanyak dua kali, hal ini akan menahan laju penguatan terhadap harga minyak mentah.

“Karena dollar AS menguat maka semua mata uang termasuk harga minyak yang akan diperdagangkan dengan dollar akan melemah,” tambahnya.

Source : kontan.co.id

Wall Street merosot akibat kekhawatiran Saudi dan Italia

Tags

, , ,

KONTAK PERKASA FUTURES – Hanya naik tipis pada pertengahan pekan, bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali melorot pada perdagangan Kamis (18/10). Dow Jones Industrial Average ditutup turun 1,27% pada perdagan kemarin ke 25.379,45.

KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks S&P 500 pun tergerus 1,44% ke 2.768,78. Indeks Nasdaq mencatat penurunan paling dalam, yakni hingga 2,06% ke level 7.485,14.

KONTAK PERKASA FUTURES – Kemarin, Komisi Eropa menerbitkan peringatan soal anggaran Italia. Yield surat utang Italia melonjak setelah Komisi Eropa menyebutkan bahwa rancangan anggaran Italia tahun depan melanggar ketentuan Uni Eropa.

Sentimen negatif lain bagi pasar adalah hubungan antara AS dan Arab Saudi yang memburuk. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin batal datang ke konferensi investor di Arab Saudi. AS menunggu hasil penyelidikan hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi.

Keputusan Mnuchin memicu kekhawatiran retaknya hubungan AS-Arab Saudi, terutama jika pemimpin Saudi terlibat dalam hilangnya Khashoggi. Jika Saudi kena sanksi, maka pasokan minyak akan makin tertekan.

Kedua sentimen ini menyebabkan investor kehilangan minat untuk masuk pasar. “Segera setelah kabar ini muncul, aksi jual membesar,” kata Robert Pavlik, chief investment strategist SlateStone Wealth LLC kepada Reuters.

Sentimen negatif yang membayangi bursa saham hingga akhir tahun tentu saja masih perang dagang dan kenaikan suku bunga acuan AS. “Kedua hal ini masih menjadi penahan utama,” kata Brendan Erne, director of portfolio implementation Personal Capital.

Kedua faktor ini tercermin pada kinerja produsen jet Cessna, Textron Inc dan produsen penyewaan peralatan United Rentals Inc. Harga saham Textron turun 11,3% dan United Rentals turun 15%.

Di sisi lain, harga saham Philip Morris International Inc naik 3,5% setelah mencatatkan penjualan dan laba kuartalan yang lebih tinggi ketimbang estimasi analis.

Source : kontan.co.id

Harga minyak turun 7% dari level tertinggi

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak naik tipis setelah kembali melorot pada perdagangan kemarin. Kamis (18/10) pukul 7.15 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman November 2018 di New York Mercantile Exchange berada di level US$ 69,92 per barel.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) ini naik 0,24% jika dibandingkan dengan harga kemarin pada US$ 69,75 per barel. Tapi, harga minyak masih turun jika dibandingkan dengan posisi awal pekan.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Pergerakan serupa terjadi pada minyak jenis brent. Harga minyak brent untuk pengiriman Desember 2018 di ICE Futures hari ini berada di US$ 80,22 per barel.

Harga minyak acuan internasional ini naik 0,21% dari harga penutupan kemarin pada US$ 80,02 per barel. Tapi, harga jauh di bawah level tertinggi yang tercapai 3 Oktober lalu.

Dari posisi tertinggi pada US$ 86,29 per barel, harga minyak brent sudah turun 7,03%. Pada periode yang sama, harga minyak WTI merosot 8,49% dari level US$ 76,41 per barel.

Data American Petroleum Institute yang dirilis kemarin menunjukkan penurunan persediaan sebesar 2,1 juta barel pekan lalu. Angka ini sedikit di bawah prediksi analis sebesar 2,2 juta barel penurunan.

Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mendorong perusahaan-perusahaan minyak untuk menaikkan kapasitas. Rusia tidak lagi membatasi produksi minyak para produsen seperti Gazprom Neft.

Source : kontan.co.id