Harga minyak turun di tengah penguatan dollar AS

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA – Harga minyak gagal mempertahankan posisi di atas US$ 70 sejak akhir pekan lalu. Rabu (5/9) pukul 7.27 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober 2018 di New York Mercantile Exchange turun 0,67% ke US$ 69,40 per barel dari harga penutupan kemarin.

PT KONTAK PERKASA – Sejalan, harga minyak brent pun harus turun lagi ke bawah level US$ 78 per barel. Pagi ini, harga minyak acuan internasional untuk pengiriman November 2018 di ICE Future ini berada di US$ 77,86 per barel, tergelincir 0,40% dari harga kemarin pada US$ 78,17 per barel.

PT KONTAK PERKASA Salah satu penekan harga minyak adalah penguatan nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS). Indeks dollar hari ini berada di 95,40. Indeks dollar hari ini turun tipis setelah melonjak pada perdagangan kemarin akibat kekhawatiran krisis ekonomi di beberapa negara.

Perusahaan ritel Genscape memperkirakan, persediaan minyak mentah AS naik hampir 754.000 barel hingga akhir pekan lalu. Prediksi ini turut menahan harga minyak.

Harry Tchilinguirian, oil strategist BNP Paribas memperingatkan potensi kesulitan pasokan di tahun depan. “Ekspor minyak mentah yang berkurang dari Iran akibat sanksi AS, penurunan produksi minyak Venezuela, serta potensi produksi yang tersendat di Libya kemungkinan tidak akan tertutup oleh kenaikan produksi OPEC+,” kata dia seperti dikutip Reuters.

BNP Paribas memperkirakan, minyak brent akan berada di harga rata-rata US$ 79 per barel tahun depan, hanya naik tipis dari posisi sekarang.

Source : kontan.co.id

Advertisements

Harga minyak WTI menyentuh level US$ 70 per barel

Tags

, , ,

KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak west texas intermediate (WTI) kembali ke atas level US$ 70 per barel pada pekan ini. Selasa (4/9) pukul 7.17 WIB, harga minyak WTI untuk pengiriman Oktober 2018 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 70,05 per barel.

KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak acuan Amerika ini naik 0,36% dari US$ 69,80 per barel pada akhir pekan lalu. Kemarin, harga minyak pada perdagangan di pasar Asia pun menguat dan bergerak ke level US$ 70,10 per barel. Sedangkan pasar AS cenderung sepi karena libur Hari Buruh.

KONTAK PERKASA FUTURES – Sejalan, harga minyak brent untuk pengiriman November 2018 di ICE Futures pun kembali menyentuh level US$ 78 per barel sejak kemarin. Kemarin, harga minyak brent menguat 0,66% ke US$ 78,15 per barel ketimbang penutupan akhir pekan lalu pada US$ 77,64 per barel.

Hari ini, harga minyak acuan internasional ini turun tipis ke US$ 78,07 ber barel.

Kenaikan harga minyak kemarin disebabkan oleh kekhawatiran penurunan pasokan dari Iran akibat sanksi AS. “Ekspor Iran anjlok lebih cepat daripada prediksi dan akan lebih buruk jelang gelombang kedua sanksi AS,” kata Stephen Brennock, analis PVM Oil Associates.

Tapi, kenaikan harga minyak tertahan oleh kenaikan pasokan dari OPEC dan AS.

Survei Reuters memperkirakan bahwa produksi minyak OPEC untuk bulan Agustus akan mencapai 32,79 juta barel per hari, tertinggi tahun 2018. Pemulihan terminal ekspor Libya dan rekor ekspor selatan Iran menjadi pendorong produksi.

Di AS hingga pekan lalu, ada 862 rig yang beroperasi. Tingginya jumlah rig beroperasi ini menyebabkan kenaikan produksi minyak AS lebih dari 30% sejak 2016 menjadi 11 juta barel per hari.

Source : kontan.co.id

Penguatan harga emas tertahan oleh kenaikan suku bunga The Fed bulan ini

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Wacana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menambah tarif impor terhadap China menjadi US$ 200 miliar dan guncangan pada perekonomian Turki dan Argentina menyulut kekawatiran pasar. Lantas. emas sebagai aset lindung nilai pun kembali menjadi incaran investor sehingga harganya perlahan mendaki.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Kendati demikian, Analis Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar menilai, kenaikan harga emas saat ini hanya berlangsung dalam jangka pendek. Selain masih dibalut sentimen kenaikan suku bunga The Federal Reserves dalam bulan ini, harga emas secara teknikal juga masih menunjukkan tren pelemahan.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Berdasarkan analisis Deddy, harga emas saat ini masih bergulir di bawah garis moving average (MA) 50, MA 100, dan MA 200. Indikator moving average convergence divergence (MACD) juga masih berada di zona negatif. “Keduanya mengindikasikan harga emas akan kembali melemah untuk jangka panjang,” kata Deddy, Jumat (31/8).

Sementara, stochastic berada di level 64 dan menunjukkan peluang kenaikan harga. Namun, RSI masih berada di level 50 yang berarti netral. Menurut Deddy, penguatan akan berlanjut dalam pekan ini hingga data pekerja non-pertanian AS dirilis di akhir pekan. “Kalau data tersebut positif, di situ harga emas akan mulai terkoreksi lagi,” pungkasnya.

Untuk itu, Deddy memproyeksi, harga emas pada perdagangan Senin (3/9), masih akan bergerak menguat pada kisaran US$ 1.198,90 – US$ 1.214,10 per ons troi. Sementara, Analis Monex Investindo Futures Faisyal memperkirakan harga pada level US$ 1.185 – US$ 1.220 per ons troi.

Dalam sepekan ke depan, Faisyal memprediksi harga akan bergerak cukup volatil dalam rentang US$ 1.160 – US$ 1.240 per ons troi. Adapun, prediksi Deddy harga berada di kisaran US$ 1.189,50 – US$ 1.218,00 per ons troi hingga akhir pekan nanti.

Source : kontan.co.id

Futures gas alam lebih tinggi pada masa dagang AS

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA – Futures gas alam lebih tinggi pada masa dagang AS pada Kamis.

PT KONTAK PERKASA – Pada New York Mercantile Exchange, Futures gas alam untuk penyerahan Oktober diperdagangkan pada USD2,883 per mmBTU pada waktu penulisan, meningkat 0,70%.

PT KONTAK PERKASA – Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD per mmBTU. Gas alam kemungkinan akan mendapat support pada USD2,843 dan resistance pada USD2,915.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,24% dan diperdagangkan pada USD94,69.

Sementara itu di Nymex, Minyak metah untuk penyerahan Oktober naik 0,94% dan diperdagangkan pada USD70,16 per barrel sedangkan Heating oil untuk penyerahan Oktober jatuh 0,09% dan diperdagangkan pada USD2,2509 per galon.

Source : kontan.co.id

Indeks dollar tertekan, harga emas menguat sepekan terakhir

Tags

, , ,

KONTAK PERKASA FUTURES – Pelemahan nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) yang terjadi sejak pekan lalu membuka peluang penguatan harga emas. Kamis (30/8) pukul 7.36 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2018 di Commodity Exchange menguat ke US$ 1.211,70 per ons troi dari harga penutupan kemarin pada US$ 1.211,50 per ons troi.

KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas ini menguat 1,48% dari posisi Kamis pekan lalu. Penguatan harga emas ini berkebalikan dengan indeks dollar yang turun dalam lima hari perdagangan berturut-turut.

KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks dollar yang mencerminkan nilai tukar dollar AS terhadap mata uang utama dunia berada di 94,56. Kamis pekan lalu, indeks dollar masih ada di 95,67.

“Harga emas sedikit lebih tinggi karena sudah melewati support US$ 1.200 dan ini menarik minat trader untuk saat ini,” kata Ole Hansen, analis Saxo Bank kepada Reuters.

Tapi, kenaikan harga emas bisa terbatas jika dollar AS menguat dan Fed Fund Rate naik. “Pasar lebih seimbang daripada sebelumnya, tapi harga emas masih kurang penopang untuk rally,” imbuh Hansen.

Source : kontan.co.id

Makin terang, harga emas Antam naik ke Rp 650.000 per gram

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) masih melanjutkan kenaikan.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam, Selasa (28/8), dipatok Rp 650.000. Harga tersebut naik Rp 1.000 dari posisi harga di hari sebelumnya, Senin (27/8).

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Adapun, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga ikut naik sebesar Rp 2.000 menjadi Rp 567.000 per gram.

Berikut harga emas batangan milik Antam dalam pecahan lainnya per hari ini dan sudah termasuk pajak:

1 gram: Rp 650.000
5 gram: Rp 3.077.000
10 gram: Rp 6.089.000
25 gram: Rp 15.114.000
50 gram: Rp 30.153.000
100 gram: Rp 60.237.000
250 gram: Rp 150.341.000
500 gram: Rp 300.480.000

Source : kontan.co.id

Stok berkurang, harga tembaga menguat

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA – Turunnya stok persediaan mendorong kenaikan harga tembaga. Namun, harga komoditas logam industri ini diproyeksi belum akan memasuki tren positif hingga akhir kuartal ketiga, bahkan hingga akhir tahun.

PT KONTAK PERKASA – Mengutip Bloomberg, harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulanan di London Metal Exchange (LME) per Jumat (24/8) lalu melonjak 1,98% ke level US$ 6.105 per metrik ton. Analis Asia Tradepoint Futures Andri Hardianto mengatakan, harga tersebut sudah menembus area resistance psikologis tembaga di kisaran US$ 6.000-US$ 6.050 per metrik ton.

PT KONTAK PERKASA – Andri menjelaskan, kenaikan harga tembaga dipicu oleh turunnya persediaan tembaga di Bursa Shanghai. Persediaan tembaga turun 2.400 ton menjadi 477.900 ton sepanjang pekan lalu. “Sebagai pelaku pasar terbesar untuk komoditas, termasuk tembaga, penurunan stok di China berpengaruh kuat terhadap pergerakan harga,” kata Andri, Senin (27/8).

Kendati demikian, Andri masih pesimis tren harga tembaga akan berbalik naik dalam waktu dekat. Pasalnya, ia belum melihat ada perkembangan data-data makroekonomi China, khususnya dari sektor manufaktur yang berkaitan erat dengan tingkat permintaan terhadap tembaga. Belum lagi, tren penguatan mata uang dollar Amerika Serikat (AS) diproyeksi masih akan berlanjut sampai akhir tahun.

“Kalau mata uang negara berkembang, yang notabene merupakan produsen komoditas mineral, terus melemah, negara-negara tersebut berpotensi menggenjot produksi untuk mendapatkan keuntungan dari ekspor yang tinggi menggunakan mata uang dollar,” kata Andri. Tingginya tingkat produksi yang tidak diimbangi permintaan solid lantas akan menyeret harga tembaga jatuh lagi.

Di samping itu, sentimen perang dagang dinilai Andri juga masih membalut harga tembaga secara negatif. Dengan begitu, potensi koreksi masih terbuka bagi harga tembaga ke depan terutama karena dari segi teknikal saja harga sudah mencapai resisten tertingginya.

Saat ini, Andri melihat harga tembaga masih bergerak di bawah garis moving average (MA) 50 dan MA 100, namun berada di atas garis MA 200. Ini mengonfirmasi prediksi Andri terhadap penurunan harga tembaga dalam jangka pendek hingga menengah.

Begitupun dengan indikator RSI yang berada di level 36,8 dan stochastic di level 24. Kedua indikator ini sama-sama memberi sinyal bearish bagi harga tembaga. Adapun, indikator MACD menunjukkan posisinya saat ini masih di area negatif pada level -227.

Andri memproyeksi, besok, Selasa (28/8), harga tembaga akan bergerak di kisaran US$ 5.980-US$ 6.100 per metrik ton. Sementara, dalam sepekan ia memprediksi harga tembaga bergerak dalam rentang US$ 5.900-US$ 6.130 per metrik ton.

Source : kontan.co.id

The Fed tegaskan kenaikan bunga bertahap, Bursa Asia dibuka menguat

Tags

, , ,

KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks saham di Asia menguat di awal perdagangan Senin pagi (27/8). Investor lebih pede mengoleksi saham-saham di bursa Asia setelah Chairman Federal Reserve Jerome Powell mengatakan, kenaikan bunga AS secara bertahap adalah cara terbaik melindungi ekonomi dan pertumbuhan tingkat ketenagakerjaan.

KONTAK PERKASA FUTURES – Pernyataan Powell ini sesuai dengan ekspektasi pasar, yang akhirnya mendorong indeks di bursa Amerika Serikat (AS) menyentuh rekor tertinggi pada Jumat pekan lalu.

KONTAK PERKASA FUTURES – MSCI Asia Pasifik di luar Jepang tercatat naik 0,1%. Sementara Indeks Nikkei di Jepang menguat 0,6%.

Indeks saham di Australia juga bertambah 0,1% setelah terjadinya pergolakan politik yang diakhiri dengan terpilihnya Scott Morrison dari Partai Liberal sebagai Perdana Menteri baru, per 24 Agustus lalu.

“Pernyataan Powell di Jackson Hole pada dasarnya menegaskan, perlunya kenaikan bertahap dan menekankan bahwa bunga lebih tinggi akan menjaga ekonomi dengan baik,” tulis ANZ pada pagi ini. Tapi, keputusan bunga AS masih bergantung pada data ekonominya.

“Pernyataan Chairman Fed mengenai kenaikan bunga bertahap akan menjadi lampu hijau bagi penurunan berkelanjutan dollar AS, dan akhirnya kenaikan bursa saham pada Jumat lalu,” tulis ANZ.

Dari sisi valuta, dollar/yen menguat 0,05% ke level ¥ 111,28. Tapi, melihat lebih luas dari Indeks Dollar AS, The Greenback melemah 0,1% ke level 95,07 terhadap enam mata uang utama.

Sedangkan kondisi komoditas, harga minyak mentah AS WTI melemah 0,23% ke US$ 68,56 per barel. Sedangkan harga minyak Brent turun ke level US$ 75,68 per barel. Harga minyak mengakhiri tren kenaikan pekan lalu yang dipicu spekulasi seretnya pasokan minyak dari Iran.

Source : kontan.co.id

Indeks S&P 500 menanjak, terdorong rebound saham teknologi

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks S&P 500 bergerak menguat pada perdagangan Kamis (23/8), didorong oleh kenaikan saham-saham teknologi.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Di sisi lain, saham komoditas dan perdagangan menjadi pemberat indeks. Dua sektor ini terseret isu tarif baru perang dagang Amerika Serikat dengan China.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Pada pukul 09.57 waktu setempat, indeks S&P 500 naik 0,1% ke level 2.864,57. Sementara itu Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,04% ke level 25.722,49. Lalu, Nasdaq Composite naik 0,36% ke level 7.917,27.

Seperti diketahui, dalam kesepakatan terbaru, AS dan China memberlakukan tarif 25% atas US$ 16 miliar produk impor masing-masing. Alhasil saham sektor industri S&P turun 0,16%. Untungnya, indeks teknologi masih naik 0,64%.

Pidato Ketua The Federal Reserve Jerome Powell dan simposium bank sentral Jackson Hole pada hari Jumat akan menjadi perhatian pasar, terutama soal rencana kenaikan suku bunga mendatang.

“Hal utama yang akan kami cermati adalah simposium Jackson Hole dua hari ke depan. Dan investor menunggu pidato Powell untuk mencari tahu apa yang akan dilakukan The Fed,” ujar Michael Antonelli, Managing Director Robert W. Baird di Milwaukee, seperti dikutip Reuters, Kamis (23/8).

Di sisi lain, ia masih yakin berita politik yang belakangan ini cukup panas masih belum akan terlalu banyak mempengaruhi gerak pasar global.

Source : kontan.co.id

Wall Street mixed, rilis risalah FOMC tak banyak berpengaruh

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA – Pergarakan harga saham AS cukup bervariasi pada hari Rabu (22/8). Indeks Nasdaq memperoleh kekuatan dari saham teknologi, sementara S&P 500 sedikit berubah menandai kenaikan pasar bull terlama.

PT KONTAK PERKASA – Kasus hukum yang menjerat dua mantan penasihat Presiden AS Donald Trump berkontribusi terhadap kehati-hatian investor. Rilis risalah Komite Pasar Terbuka Federal dari pertemuan kebijakan terakhirnya hanya berdampak sekilas pada indeks utama Wall Street.

PT KONTAK PERKASA – Risalah itu menunjukkan bahwa bank-bank sentral AS membahas menaikkan suku bunga segera untuk melawan kekuatan ekonomi yang berlebihan, tetapi juga memeriksa bagaimana perselisihan perdagangan global dapat menghantam bisnis dan rumah tangga.

Saham energi naik 1,2% karena harga minyak melonjak, sementara saham industri ritel menguat setelah Target Corp dan Lowe’s Companies Inc mengumumkan hasil kuartalan. Dorongan terbesar ke S&P 500 berasal dari saham teknologi yang naik 0,5%.

Mantan manajer kampanye Trump Paul Manafort dinyatakan bersalah atas tuduhan penipuan pajak dan bank pada Selasa malam, sementara mantan pengacara pribadi Trump, Michael Cohen, mengaku bersalah atas berbagai tuduhan dan mengatakan dia bertindak atas arahan Trump.

Investor sedang mempertimbangkan hal itu akan merugikan prospek pemilihan Partai Republik dan memperluas penyelidikan kriminal yang telah melampaui kepresidenan Trump.

“Ada cukup banyak berita yang negatif bagi Trump kemarin yang memperkenalkan ketidakpastian ke pasar,” kata Robert Phipps, direktur Per Stirling Capital Management di Austin, Texas.

Dow Jones Industrial Average turun 88,69 poin (0,34%) menjadi 25.733,6. S&P 500 kehilangan 1,14 poin (0,04%) menjadi 2,861.82. Adapun Nasdaq Composite menambahkan 29,92 poin (0,38%) menjadi 7.889,10.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 5,26 miliar saham, lebih kecil ketimbang 6,42 miliar rata-rata selama 20 hari perdagangan terakhir.

Source : kontan.co.id