KONTAK PERKASA FUTURES – Harga timah masih tertekan hingga akhir kuartal III. Adanya ketidakberimbangan antara pasokan dan permintaan memicu terkoreksinya harga timah saat ini.

KONTAK PERKASA FUTURES – Berdasarkan Bloomberg, harga aluminium kontrak tiga bulanan di London Metal Exchange (LME) per akhir September menurun 4,43% ke US$ 18.875 per metrik ton. Kali ini sisi demand mengalami penurunan dibandingkan dengan supply.

KONTAK PERKASA FUTURES – Andri Hardianto, analis Asia Trade Point Futures mengatakan, terkoreksinya harga timah dipengaruhi oleh pelemahan mata uang emerging market yang merupakan negara penghasilnya. “Dengan melemahnya mata uang mereka, ada kekhawatiran mereka menggenjot ekspornya juga,” kata Andri. Selasa (2/10), sebagian besar mata uang Asia melemah terhadap dollar kecuali yuan.

Selain itu, sentimen lain juga datang dari turunnya permintaan timah pada tahun ini. Ia mencatat pada 2017, permintaan timah turun 7,5%.

Namun menurut International Tin Association (ITA), tahun ini diperkirakan permintaan akan melambat di bawah angka tersebut sekitar 6%-6,5%. “Tidak heran kalau menurun, karna kondisi perekonomian di emerging market juga masih tidak menentu akhir-akhir ini,” jelasnya.

Andri memproyeksikan harga timah masih akan bearish sampai akhir tahun.

Kemarin, harga timah berada di US$ 18.955 per metrik ton. Harga logam ini turun 5,34% sejak awal tahun.

Source : kontan.co.id

Advertisements