Tags

, , ,

KONTAK PERKASA FUTURES – Buka selama tiga hari setelah libur Lebaran, Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan lalu (20 Juni – 22 Juni) terasa mendebarkan bagi banyak trader dan investor. Bursa benar-benar menyesuaikan diri dengan gejolak ekonomi global.

KONTAK PERKASA FUTURES – Jumat (22/6) Indeks Harga Ssaham Gabungan (IHSG) memang berakhir tipis turun 0,52 poin (-0,01%) sebelum bertengger di angka 5.821,81. Namun, dibandingkan dengan penutupan hari terakhir sebelum libur panjang (8/6), IHSG telah anjlok sampai 171,81 poin alias anjlok sedalam 2,8%.

KONTAK PERKASA FUTURES – Begitu juga dengan LQ45, indeks saham di BEI beranggotakan 45 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid. Dibandingkan dengan penutupan hari terakhir sebelum bursa (8/6) di 953.59, LQ45 telah anjlok sedalam 4,5% ke 909.180.

Tentu saja penurunan indeks nan dalam itu membawa serta saham-saham LQ45. Terbukti, akhir pekan lalu porsi saham LQ45 yang harganya berada di bawah harga rata-rata bergerak (moving average) selama 200 hari terakhir (MA200) bertambah lagi.

Setelah penutupan pasar Jumat (22/6), jumlah saham LQ45 yang berada di bawah garis MA200 menjadi 37 saham, bertambah empat saham dibanding Jumat sebelum mudik yang baru 33 saham. Berarti sekarang sekitar 82% saham anggota LQ45 yang berada di bawah garis MA200.

Empat saham menembus ke bawah MA200 sehingga masuk ke dalam daftar ini adalah Indofood CBP (ICBP), Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), United Tractor Tbk (UNTR), dan Waskita Karya Tbk (WSKT).

Sebagian trader menganggap MA200 menjadi salah satu indikator teknikal paling penting tren jangka panjang.

Saham-saham yang harganya berada di atas rata-rata bergerak 200 hari terakhir (MA200) dianggap sebagian kalangan sedang berada dalam tren naik (bullish). Sebaliknya, saham-saham yang berada di bawah garis MA200 dianggap sedang berada dalam tren bearish.

Source : kontan.co.id

Advertisements