Tags

, , ,

KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak berjangka bertengger pada level tertinggi tiga tahun di pasar Amerika Serikat pada Kamis (12/4). Mengutip Bloomberg, harga minyak mentah West texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei di Nymex ditutup naik 0,37% menjadi US$ 67,07 per barel. Ini harga tertinggi sejak Desember 2014.

KONTAK PERKASA FUTURES – Komoditas energi ini melesat karena kekhawatiran bahwa meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dapat menyebabkan konflik dan mengganggu pasokan. Padahal, saat ini, pasokan sudah berkurang dengan adanya pemotongan produksi oleh OPEC. Realisasi pemotongan produksi minyak oleh OPEC mencapai rekor dalam lima bulan beruntun.

KONTAK PERKASA FUTURES – Pemberontak Yaman pro Iran menembakkan rudal balistik di atas ibu kota Arab Saudi, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump memperingkatkan sedang bersiap menyerang Suriah. Seperti diketahui, Arab Saudi merupakan eksportir minyak terbesar di dunia.

Meski demikian, harga minyak sempat tergelincir pada awal sesi perdagangan Kamis, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan di Twitter bahwa ia tidak pernah menyebut kapan serangan terhadap rupiah akan terjadi.

“Pasar minyak sangat terkait dengan ketegangan geopolitik, terutama di Timur Tengah, sebagai jantung ekspor minyak global. Jika ketegangan terus berlanjut, akan terus berdampak pada pasar dan harga minyak,” kata Fatih Birol, Direktur eksekutif Badan Energi Internasional, seperti dilansir Bloomberg.

Sementara, di pasar elektronik Asia, Jumat (13/4), harga minyak WTI bergerak turun ke level US$ 66,98 per barel pada pukul 07.27 WIB.

Source : kontan.co.id

Advertisements