Harga buyback emas Antam naik Rp 8.000

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) lanjutkan kenaikan harga.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam hari ini, Kamis (6/12), dipatok Rp 653.000. Harga tersebut naik Rp 2.000 dari posisi harga pada Rabu (5/12).

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Begitu pula dengan harga pembelian kembali atau buyback emas Antam yang juga ikut naik, bahkan lebih signifikan kenaikannya. Harga buyback emas Antam naik sebesar Rp 8.000 menjadi Rp 571.000 per gram.

Berikut harga emas batangan milik Antam dalam pecahan lainnya per hari ini dan sudah termasuk pajak:
0,5 gram: Rp 351.000
1 gram: Rp 653.000
5 gram: Rp 3.085.000
10 gram: Rp 6.105.000
25 gram: Rp 15.155.000
50 gram: Rp 30.235.000
100 gram: Rp 60.400.000
250 gram: Rp 150.750.000
500 gram: Rp 301.300.000
1.000 gram: Rp 602.600.000

Source : kontan.co.id

Advertisements

Rusia tidak kompak memangkas produksi, harga minyak melorot lagi

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA – Pemangkasan produksi minyak Rusia rupanya tak sesuai harapan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Hal ini jelas membuat harga minyak menyentuh level rendah pada perdagangan kini.

PT KONTAK PERKASA – Mengutip Bloomberg, Rabu (5/12) pukul 17.19 WIB, harga minyak WTI kontrak pengiriman Januari 2019 tercatat melemah. Harga minyak WTI harus turun 0,63% menjadi US$ 52,91 per barel. Sementara dalam sepekan harga minyak WTI naik 5,20% karena pekan lalu, harga minyak masuk dalam level terendah yaitu US$ 50,29 per barel.

PT KONTAK PERKASA – Analis Asia Trade Tradepoint Futures, Deddy Yusuf Siregar mengatakan pemangkasan produksi minyak di Rusia tidak sesuai dengan harapan OPEC. Ia melihat Rusia diperkirakan hanya memangkas produksi minyak sebesar 140.000 barel per hari. Sementara OPEC menginginkan Rusia memangkas produksi minyak sebesar 250.000 sampai 300.000 barel per hari.

“Pelaku pasar khawatir dengan tingkat produksi akhir tahun yang tampaknya akan membludak. Dan ditakutkan juga pertemuan OPEC esok hari tanpa kesepakatan,” ujar Deddy kepada KONTAN, Rabu (5/12).

Senada, Analis Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra juga menuturkan bahwa pemangkasan produksi minyak Rusia dan OPEC sangat berpengaruh besar terhadap harga minyak.

“Keputusan apakah produksi dipangkas atau tidaknya akan diketahui pada pertemuan OPEC, 6 Desember nanti. Ini jelas pengaruh ke harga minyak pekan depan sampai akhir tahun,” tandasnya.

Tak hanya soal pertemuan OPEC esok, Deddy menjelaskan, lemahnya harga minyak kini juga datang dari sentimen negatif meningkatnya persediaan minyak mingguan Amerika Serikat versi American Petroleum Institute (API). Dari data API, persediaan minyak mingguan AS meningkat 5,4 juta barel dan meningkat pula kegiatan pengeboran minyak yang mencapai 888 sumur aktif.

Sementara itu, Putu Agus melihat bahwa pelemahan harga minyak mentah hari ini akibat pertumbuhan ekonomi global tahun depan yang diperkirakan melambat. Putu pun memperkirakan besok harga minyak menyentuh level US$ 50.90 sampai US$ 54.00 per barel. Sementara dalam sepekan rentang harga minyak di kisaran US$ 47.00 sampai US$ 57.50 per barel. Ia pun merekomendasikan sell. “Itu pun jika OPEC dan Rusia memangkas produksi, harga berpeluang naik,” imbuh Putu.

Secara teknikal, Putu melihat harga minyak kini berada di bawah MA 50,100 dan 200. Sedangkan indikator stochastic naik di kisaran area 69, indikator RSI naik di kisaran 51 dan indikator MACD juga naik di kisaran 3,2.

Sedangkan Deddy memperkirakan harga minyak esok mencapai level US$ 50 sampai US$ 53 per barel. Sementara sepekan harga minyak menyentuh level US$ 49 sampai US$ 54 per barel.

Secara teknikal, Deddy menganalisis harga minyak berada di bawah MA 50,100 dan 200. Stochastic berada di area oversold yang potensi rebound. Tetapi indikator RSI berada di area 31 cenderung melemah dan MACD pun berada di area negatif berpotensi harga lemah. Sehingga Deddy melihat dalam sepekan harga minyak cenderung bearish.

Source : kontan.co.id

Harga minyak tergerus penolakan Rusia untuk memangkas produksi

Tags

, , ,

KONTAK PERKASA FUTURES – Sempat menguat pada dua hari perdagangan sejak awal pekan, harga minyak hari ini terkoreksi. Rabu (5/12) pukul 7.30 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 52,83 per barel, turun 0,79% dari harga penutupan kemarin pada US$ 53,25 per barel.

KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak cenderung turun sejak Selasa sore waktu Amerika Serikat (AS) di tengah kekhawatiran bahwa permintaan akan turun akibat efek perang dagang. Di sisi lain, pasokan minyak masih bertahan di angka tertinggi.

KONTAK PERKASA FUTURES – Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa dia akan kembali mengajukan tarif impor jika kedua negara gagal mencapai kesepakatan. Komentar ini memecah optimisme yang muncul sejak rampungnya konferensi tingkat tinggi G20 akhir pekan lalu.

Besok, OPEC dan sekutunya akan bertemu di Wina, Austria dengan ekspektasi agenda pemangkasan produksi. Menurut sumber Reuters, OPEC dan sekutunya berniat memangkas produksi minyak setidaknya sebesar 1,3 juta barel per hari. Tapi, Rusia masih enggan untuk menyepakati hal ini.

“Kini, pasar kembali ke posisi ketidakpastian baik dari sisi perdagangan global atau pemangkasan produksi, optimisme penurunan tensi perang dagang mulai menguap,” kata Gene McGillian, director of market research Tradition Energy kepada Reuters.

Source : kontan.co.id

Indeks Wall Street naik 1% merayakan kesepakatan dagang Trump dan Xi Jinping

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks utama Wall Street rally pada perdagangan Senin (3/12) menyusul gencatan senjata antara Amerika Serikat dan China dalam sengketa perdagangan mereka, yang telah membebani pasar selama ini. Indeks S&P 500 menguat lebih dari 1% pada penutupan dini hari tadi.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Akhir pekan lalu, Presiden AS Donald Trump dan China Xi Jinping telah bertemu dan sepakat memperbaiki hubungan dagang dalam 90 hari. Trump tidak akan memberlakukan tarif baru 25% atas US$ 200 produk impor China per 1 Januari 2019 hingga tenggat waktu negosiasi tersebut.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – “Kenaikan bursa hari ini sebagian besar merayakan kesepakatan AS dan China menangguhkan skenario terburuk terkait hubungan dagang keduanya,” kata Michael Arone, chief investment strategist State Street Global Advisors, seperti dikutip Reuters.

Namun, indeks masih melandai dari level tertinggi intraday karena khawatir akan beberapa hal yang tetap perlu dibenahi antara AS dan China.

“Alasan kita tidak melihat indeks lebih tinggi lagi karena orang-orang sadar masih banyak pertanyaan dan waktu negosiasi mereka hanya 90 hari,” katanya.

Alhasil, The Dow Jones Industrial Average menguat 287,97 poin atau 1,13% pada penutupan menjadi 25.826,43.

Indeks S&P 500 ditutup dengan kenaikan 30,2 poin atau 1,09% menjadi 2.790,37. Sedangkan Nasdaq Composite bertambah 110,98 poin atau 1,51% menjadi 7.441,51.

Akhir pekan lalu, S&P ditutup dengan kenaikan 4,8% setelah investor mencerna sinyal pelambatan tren kenaikan bunga dari bank sentral Federal Reserve.

Source : kontan.co.id

Futures minyak mentah lebih rendah pada jam perdagangan Eropa

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA – Futures minyak mentah lebih rendah pada jam perdagangan Eropa pada Jumat.

PT KONTAK PERKASA – Pada New York Mercantile Exchange, Futures minyak mentah untuk penyerahan Januari diperdagangkan pada USD50,56 per barrel pada waktu penulisan, menurun 1,73%.

PT KONTAK PERKASA – Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi rendah USD per barrel. Minyak metah kemungkinan akan mendapat support pada USD49,41 dan resistance pada USD52,56.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,20% dan diperdagangkan pada USD96,893.

Sementara itu di ICE, Minyak brent untuk penyerahan Februari jatuh 1,47% dan diperdagangkan pada USD59,03 per barrel, sedangkan spread antara kontrak Minyak brent dan Minyak metah berada pada USD8,47 per barrel.

Source : detik.com

Harga emas turun tipis setelah merespons pernyataan The Fed

Tags

, , ,

KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas terkoreksi tipis setelah menanjak pada perdagangan kemarin. Kamis (29/11) pukul 8.07 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.227,70 per ons troi, turun tipis dari US$ 1.229,80 per ons troi.

KONTAK PERKASA FUTURES – Kemarin, harga emas melaju setelah Gubernur Federal Reserve Jerome Powell memberi sinyal perlambatan laju kenaikan suku bunga. “Komentar Powell menunjukkan bahwa tahun depan mungkin akan lebih menggunakan pendekatan wait and see dan bahwa asumsi kenaikan suku bunga masih terlalu dini,” kata Tai Wong, head of metals trading BMO kepada Reuters.

KONTAK PERKASA FUTURES – Tapi, kenaikan harga emas ini masih terbatas. Pasar logam mulia terkoreksi karena menunggu kelanjutkan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Pasar berharap ada kejelasan pada pertemuan kedua negara akhir pekan ini.

Warren Patterson, analis ING mengatakan, harga emas bergerak di rentang sempit pada jangka pendek. “Saya melihat harga sulit menembus bawah level US$ 1.200 dan begitu juga di posisi atas US$ 1.250 hingga akhir tahun,” kata Patterson.

Source : kontan.co.id

Merosot lebih dari 30%, penurunan harga minyak makin terbatas

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak masih bergerak di kisaran terendah tahun ini. Kamis (29/11) pukul 7.19 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2019 di New York Mercantile Exchange berada US$ 50,74 per barel, menguat 0,89% dari harga penutupan kemarin pada US$ 50,29 per barel.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Kemarin, harga minyak menyentuh level terendah lagi tahun ini. Rabu, harga minyak WTI melorot 2,46%. Hal serupa terjadi pada minyak acuan internasional brent.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak brent untuk pengiriman Januari 2018 turun ke bawah level US$ 60 per barel lagi. Harga minyak brent untuk pengiriman Januari 2019 di ICE Futures turun 2,41% ke US$ 58,76 per barel pada Rabu (28/11) dari hari sebelumnya US$ 60,21 per barel.

Energy Information Adminstration (EIA) menunjukkan penambahan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) sebanyak 3,6 juta barel pada pekan lalu menjadi 450 juta barel. Angka ini jauh melebihi prediksi.

Persediaan minyak ini naik dalam 10 pekan berturut-turut. Angka stok minyak ini merupakan level tertinggi dalam setahun terakhir.

Salah satu penyebab lonjakan persediaan minyak adalah pemeliharaan rutin perusahaan pengolahan minyak. Di sisi lain, produksi minyak mentah AS pun mencapai rekor tertinggi 11,7 juta barel per hari.

“Setelah terpangkas lebih dari 30% dalam dua bulan, pelemahan harga minyak terbatas setelah laporan ini,” kata Gene McGillian, vice president of market research Tradition Energy kepada Reuters.

Harga minyak brent telah terpangkas 31,54% dari level tertinggi tahun ini di level US$ 85,83 per barel yang tercapai pada 3 Oktober lalu. Sedangkan harga minyak WTI merosot 33,91% dari level tertinggi di tanggal yang sama pada US$ 76,10 per barel.

Terbatasnya potensi turun harga minyak ini ditambah dengan pernyataan Federal Reserve yang memberi sinyal kenaikan suku bunga lebih lambat. Di sisi lain, pasar minyak menunggu pertemuan OPEC pekan depan. Menurut delegasi OPEC yang dikutip Reuters, organisasi negara pengekspor minyak ini akan mendiskusikan rencana pemangkasan pasokan antara 1 juta barel hingga 1,4 juta barel minyak per hari.

Source : kontan.co.id

Rupiah melemah ke Rp 14.515 per dollar AS, tren masih menguat

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA – Rupiah memang ditutup melemah terhadap dollar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (27/11). Namun, tren rupiah masih menguat.

PT KONTAK PERKASA – Mengutip Bloomberg, kurs rupiah di pasar spot melemah 40 poin atau 0,28% menjadi Rp 14.515 per dollar AS. Kemarin, rupiah masih diperdagangkan yaitu di Rp 14.475 per dollar AS.

PT KONTAK PERKASA – Pelemahan hari ini merupakan yang kelima sepanjang November. Sepanjang bulan ini, rupiah menguat 4,5%, dan menuju penguatan bulanan pertama sejak bulan Juni.

Rupiah sempat lebih bertenaga pagi tadi. Ini terlihat dari kurs acuan antarbank Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang menunjukkan nilai tukar rupiah Rp 14.504 per dollar AS, menguat ketimbang kemarin yang di posisi Rp 14.551 per dollar AS.

Bank Indonesia di awal November lalu meluncurkan instrumen domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Fasilitas memungkinkan pelaku ekonomi melakukan lindung nilai atau hedging di pasar valuta asing domestik.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga hari ini menegaskan, BI akan mempertahankan strategi pre-emptive dan ahead the curve seperti yang sudah dijalankan selama ini untuk menjaga daya saing keuangan domestik terhadap perubahan kebijakan keuangan global yang masih tinggi.

Meski BI tengah melakukan pengetatan bunga, regulator pasar moneter ini menggelontorkan sejumlah pelonggaran ketentuan untuk mendorong likuiditas Tanah Air.

Source : kontan.co.id

Rupiah menguat berkat tekanan pada indeks dollar

Tags

, , ,

KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks dollar Amerika Serikat (AS) kembali bergejolak di awal pekan ini. Kondisi ini menguntungkan rupiah. Kemarin, kurs mata uang Garuda di pasar spot menguat 0,47% ke level Rp 14.475 per dollar AS. Sementara, rupiah pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) cuma naik tipis 0,01% menjadi Rp 14.551 per dollar AS.

KONTAK PERKASA FUTURES – Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro mengatakan, keperkasaan rupiah di awal pekan ini disokong oleh koreksi yang kembali terjadi pada indeks dollar AS. Senin (26/11) pukul 18.36 WIB, indeks the greenback tercatat turun 0,19% ke 96,73.

KONTAK PERKASA FUTURES – Pelemahan tersebut terjadi karena muncul ekspektasi bahwa The Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga acuan sekuat tahun-tahun sebelumnya di periode 2019 mendatang. “Pasar mulai memperkirakan kenaikan suku bunga acuan AS tidak akan mencapai tiga kali tahun depan, ini menjadi sentimen bearish bagi dollar AS dan menguatkan mata uang regional,” kata Satria.

Sentimen eksternal lainnya yang tak kalah penting adalah tren pelemahan harga minyak mentah yang masih terjadi hingga pekan ini. “Hasil KTT Brexit yang menghasilkan kesepakatan antara Inggris dan Uni Eropa juga mendorong penguatan rupiah,” ungkap Direktur Garuda Berjangka Ibrahim. Seperti diketahui, Minggu (25/11), tercapai kesepakatan antara Inggris dan Uni Eropa. Dengan demikian, Inggris dapat terhindar dari hard Brexit yang selama ini ditakutkan.

Selanjutnya, keputusan pemerintahan Italia yang terus melakukan negosiasi dengan Uni Eropa mengenai revisi anggaran belanja 2019 turut membuat pasar global tenang. Mata uang emerging market pun melesat.

Namun, kurs rupiah bisa kembali koreksi. Di awal Desember, AS berencana menerapkan kembali tarif impor atas barang dari China senilai US$ 257 miliar bila dalam pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping tidak ada kesepakatan yang pasti,” jelas Ibrahim.

Karena itu, Ibrahim memprediksi, rupiah hari ini masih bergerak di kisaran Rp 14.410–Rp 14.550 per dollar AS. Sedangkan Satria menilai, mata uang Garuda berpotensi mengalami koreksi teknikal, karena sudah menembus level psikologi baru. Ia menghitung, rupiah bisa bergerak do rentang Rp 14.500–Rp 14.600 per dollar AS.

Source : kontan.co.id

Harga minyak turun ke level terendah sejak 2015

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang mendukung harga minyak mentah dunia di level rendah semakin menyeret harga minyak turun hingga sentuh rekor harga terendah.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Mengutip Bloomberg, Jumat (23/11) pukul 17.00 WIB harga minyak WTI kontrak pengiriman Januari 2019 tercatat melemah 2,64% ke US$ 53,19 per barel. Sementara dalam sepekan harga minyak WTI melemah 6,16%.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Analis Asia Trade Trade Points Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan, harga minyak semakin menurun karena Trump mendukung tindakan Arab Saudi yang belum memangkas produksi minyak.

Trump yang berharap harga minyak tetap rendah akan terus menggejot produksi dan cadangan minyak di AS sehingga oversupply minyak terjadi. Deddy mengatakan dengan harga minyak yang rendah maka Trump merasa kebijakan normalisasi suku bunga The Fed akan lebih lancar dan dapat mendukung perbaikan ekonomi di AS.

Senada, Analis Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra mengatakan Trump yang senang bila harga minyak terus turun menyebabkan harga minyak masih tertekan. “Kalau Trump menyatakan harga minyak lebih baik turun maka ia akan berusaha mempengaruhi OPEC untuk tidak memangkas produksi lagi, hal ini jadi sentimen negatif bagi harga minyak,” kata Putu.

Oleh karena itu cadangan minyak dan produksi minyak di AS naik. Data dari Energy Information Administration (EIA) AS menunjukkan cadangan minyak komersiil AS naik hingga 4,9 juta barel menjadi 446,91 juta barel di pekan lalu. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sejak Desember tahun lalu.

Sedangkan, produksi minyak mentah AS juga masih berada di level rekor mencapai 11,7 juta barel per hari. Deddy menambah lemahnya harga minyak juga dipengaruhi oleh meningkatnya kegiatan pengeboran minyak di AS yang jumlahnya mencapai 888 sumur aktif.

Harga minyak Deddy proyeksikan makin menurun karena EIA memperkirakan jumlah produksi minyak di AS bisa meningkat jadi 12 juta barel hingga 13 juta barel setiap harinya di tahun depan. Sementara, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memperkirakan permintaan minyak akan surut karena belum selesainya ketegangan perang dagang AS dan China yang menjadi sentimen negatif bagi pertumbuhan ekonomi global hingga tahun depan.

Sambil menunggu pertemuan OPEC dengan negara sekutu produksi minyak, yaitu Rusia di Desember mendatang, Deddy memproyeksikan bearish masih akan menyelimuti harga minyak.

OPEC akan mendorong pemotongan pasokan 1 juta bph hingga 1,4 juta bph ketika bertemu pada 6 Desember mendatang. Namun, utusan OPEC untuk Uni Emirat Arab mengatakan sangat mungkin bahwa kelompok itu akan mengurangi output tapi tingkat pemangkasan yang pasti belum diputuskan.

Secara teknikal Deddy menganalisis harga berada di bawah MA 50, 100, dan 200 menunjukkan untuk jangka panjang harga minyak masih akan bearish. Stochastic berada di level 22 juga menunjukkan tanda bearish. RSI berada di area 42 menunjukkan oversold berpotensi rebound. MACD berada di area negatif.

Deddy merekomendasikan sell untuk perdagangan Senin (26/11) dengan rentang US$ 52 per barel hingga US$ 54 per barel.

Putu juga memproyeksikan penurunan harga minyak masih akan berlanjut. “Seharusnya ada peluang rebound tetapi karena harga terus tertekan karena pernyataan Trump jadi belum ada peluang harga minyak naik dalam jangka pendek,” kata Putu.

Untuk tahun depan Putu memproyeksikan dengan kondisi produksi AS yang diperkirakan meningkat dan OPEC tidak menyetujui untuk menurunkan produksi minyaknya di tahun depan maka harga minyak akan bergerak melemah atau sideways.

Putu memproyeksikan harga minyak di Senin (26/11) berada di US$ 51,80 per barel-US$ 55,20 per barel. Sedangkan untuk sepekan berada di US$ 50 per barel-US$ 57,50 per barel. Putu merekomendasikan sell on rally.

Source : kontan.co.id