Harga gas alam sulit bertahan naik

Tags

, , ,

KONTAK PERKASA FUTURES – Harga komoditas energi gas alam masih menguat. Analis melihat penguatan harga tak signifikan karena masih ada potensi harga anjlok.

KONTAK PERKASA FUTURES – Mengutip Bloomberg, Jumat (14/6), harga gas alam kontrak pengiriman Juli 2019 berada di level US$ 2,39 per mmbtu. Angka ini menguat 2,67% dari harga sebelumnya US$ 2,33 per mmbtu.

KONTAK PERKASA FUTURES – Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono mengatakan, penguatan harga gas alam tidak bisa disebut naik signifikan. Pasalnya, naiknya harga gas alam kata Wahyu karena awal tahun dan beberapa pekan lalu harga sempat anjlok.

Yang ditambah musim dingin membantu permintaan gas alam naik. “Tapi harga belum bisa bertahan naik. Karena dilihat dalam jangka waktu pendek dan menengah masih menurun,” ujar Wahyu kepada Kontan.co.id, Jumat (14/6).

Pelemahan harga gas alam dalam jangka waktu pendek, diyakini Wahyu karena harga gas alam telah merosot 20% pada tahun lalu.

Dus, harga gas alam cair, atau dikenal sebagai LNG, baru saja mencapai titik terendah tiga tahun belakangan karena pasokan meningkat lebih cepat dari permintaan gas alam itu sendiri. “Harga anjlok menjadi potensi investor untuk beli dalam jangka waktu panjang,” tandasnya.

Wahyu memperkirakan harga gas alam bergerak di kisaran US$ 2,26 per mmbtu hingga US$ 2,40 per mmbtu. Sementara sepekan diproyeksi bergerak di level US$ 2,15 per mmbtu sampai US$ 2,45 per mmbtu. Wahyu merekomendasikan sell on strength.

Source : kontan.co.id

Advertisements

Harga minyak turun lebih dari 3% dalam sepekan

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak turun lagi setelah sempat melonjak akibat serangan tanker minyak di dekat Selat Hormuz. Jumat (14/6) pukul 7.35 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli 2019 di New York Mercantile Exchange turun 0,73% ke US$ 51,90 per barel.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak brent untuk pengiriman Agustus 2019 di ICE Futures pun hari ini turun 0,34% ke US$ 61,10 per barel dari harga kemarin pada US$ 61,31 per barel.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Kemarin, harga minyak melonjak lebih dari 2% setelah adanya serangan tanker minyak di dekat Selat Hormuz. Serangan ini memicu kekhawatiran dampak pengiriman minyak di Timur Tengah. “Gangguan ini bisa menambah permasalahan pasokan,” kata Andy Lipow, analis Lipow Oil Associates kepada Reuters.

Serangan ini merupakan serangan kedua dalam sebulan terakhir. “Makanya serangan ini menimbulkan risiko asuransi,” kata John Kilduff, partner Again Capital.

Jika perusahaan asuransi enggan menyediakan perlindungan atas pengiriman minyak Timur Tengah, maka risiko pengiriman minyak akan makin besar.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menilai bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan ini. Menurut laporan Reuters, kesimpulan ini berdasarkan intelijen, senjata yang digunakan serta level keahlian yang diperlukan untuk menyerang tanker di Teluk Oman.

Pembalikan harga minyak kemarin terjadi setelah hari sebelumnya harga minyak rontok akibat lonjakan stok minyak mentah AS. Kenaikan stok yang mencapai level tertinggi sejak Juli 2017 ini menyeret turun harga minyak hingga 4% pada Rabu lalu.

Dalam sepekan ini, harga minyak WTI masih tercatat turun 3,87%. Sedangkan pada periode yang sama harga minyak brent turun 3,46%.

Source : kontan.co.id

Wall Street terseret anjloknya harga minyak

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA – Wall Street turun di hari kedua akibat penurunan saham-saham sektor perbankan dan energi. Rabu (12/6), Dow Jones Industrial Average turun 0,17% ke 26.004,83.

PT KONTAK PERKASA – Indeks S&P 500 tergerus 0,20% ke 2.879,84. Nasdaq Composite terkoreksi 0,38% ke 7.792,72.

PT KONTAK PERKASA – Penurunan harga minyak west texas intermediate (WTI) yang mencapai 4% kemarin ikut menyeret penurunan harga saham-saham sektor energi. Indeks saham sektor energi kemarin turun 1,4%.

Asal tahu, kemarin harga minyak WTI untuk pengiriman Juli 2019 merosot 4% ke US$ 51,14 per barel akibat kenaikan stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) yang tak terduga.

Sentimen negatif lainnya adalah data harga konsumen AS yang naik 0,1% pada bulan Mei. Angka ini sejalan dengan ekspektasi yang menunjukkan inflasi moderat. Kondisi ini menimbulkan dukungan yang makin kuat agar Federal Reserve menurunkan suku bunga acuan.

Bank sentral AS akan menggelar rapat pada 18-19 Juni mendatang. Pasar memperkirakan, bank sentral AS akan dua kali memangkas suku bunga hingga tutup tahun 2019. “Investor tidak ingin naik tinggi menjelang pertemuan pekan depan,” kata Michael James, managing director of equity trading Wedbush Securities kepada Reuters.

Source : kontan.co.id

Bappebti tingkatkan ambang batas kontrak multilateral sebesar 15%

Tags

, , ,

KONTAK PERKASA FUTURES – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) berencana menaikkan kewajiban komposisi transaksi multilateral setiap pialang berjangka menjadi 15% dan siap diberlakukan paling lambat Juli tahun ini.

KONTAK PERKASA FUTURES – Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan rencana ini berguna untuk meningkatkan likuiditas pasar berjangka khususnya dalam kontrak multilateral. Sebab bila kontrak multilateral tumbuh, cita-cita Bappebti sebagai salah satu patokan harga komoditas dunia dapat terealiasasi lebih cepat.

KONTAK PERKASA FUTURES – Sebelumnya, kontak batas minimum kontrak multilateral hanya sebesar 5%. Wisnu menerangkan aturan lama adalah hitungan persentase dari total lot, sementara ambang batas 15% merupakan kalkulasi dari volume transaksi.

Lebih lanjut, Wisnu bilang aturan kenaikan komposisi minimum transaksi kontrak multilateral tersebut juga akan disertakan dengan sanksi tegas bagi pialang yang tidak mampu memenuhi kewajiban transaksi.

“Sekarang ada sanksinya, mulai dari teguran hingga pembekuan perdagangan. Akan tetapi nantinya kebijakan ini akan dilakukan secara bertahap tidak sekaligus 15%,” kata Wisnu di sela-sela acara Halal Bihalal dengan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI) di Jakarta, Selasa (11/6).

Bukan tanpa alasan, sanksi yang akan diberlakukan agar memacu pialang meningkatkan kontrak multilateral yang selama ini dinilai Wahyu masih rendah. Padahal, Indonesia adalah salah satu negara penghasil komoditas terbesar di dunia, tetapi akan sulit untuk menjadi harga acuan komoditas dunia jika transaksi multilateral di bursa berjangka masih kecil.

Selain kenaikan komposisi, aturan tersebut juga akan mengganti persyaratan yang semula menentukan komposisi berdasarkan jumlah lot transaksi bilateral atau SPA menjadi berdasarkan nilai transaksi SPA setiap pialang.

Asal tahu saja berdasarkan peraturan Kepala Bappebti Nomor 69/BAPPEBTI/Per/6/2009 tentang Penggerak Pasar (Market Maker) dan Kewajiban Melakukan Transaksi Kontrak Berjangka di Bursa Berjangka bahwa setiap pialang berjangka dan penyelenggara SPA wajib melakukan transaksi multilateral dengan minimal komposisi sebesar 5% dari total keseluruhan lot transaksi SPA setiap bulannya.

Walaupun demikian, berdasarkan data Bappebti, sepanjang kuartal I-2019 transaksi perdagangan berjangka komoditas Indonesia untuk transaksi multilateral berhasil mempertahankan kenaikannya dengan meningkat 17% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, untuk transaksi bilateral atau SPA mengalami kenaikan cukup tinggi sebesar 44% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Source : kontan.co.id

China kurangi impor, simak prospek harga batubara sampai akhir tahun

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga batubara belum bisa banyak bergerak positif di tahun ini, meski tahun lalu menjadi salah satu harga komoditas energi yang berperforma positif. Perlambatan ekonomi global dan isu lingkungan sepertinya bakal menghantui laju si emas hitam ini.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Berdasarkan data Bloomberg Senin (10/6) pukul 16.33 WIB, harga batubara dalam Ice Newcatle untuk kontrak pengiriman Juli 2019 berada pada level US$ 74,50 per metrik ton, naik sebanyak 0,6% dari catatan akhir pekan lalu yang masih di level US$ 74,05 per metrik ton.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Akan tetapi, harga batubara masih berada dalam tren bearish. Nyatanya, sepekan harga batubara melemah 2,74%, bahkan, secara year to date (ytd) anjlok 23,27% di mana akhir tahun lalu harga batubara di level US$ 97,10 per metrik ton.

Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini di level 2,6%, angka ini turun dari proyeksi sebelumnya di level 2,9%. Di sisi lain, Jumat lalu International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi China akibat meningkatnya eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Ekonomi China diperkirakan tumbuh 6,2% pada tahun ini dan 6% pada 2020. Sebelumnya, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Negeri Panda itu mampu melaju hingga 6,3% pada tahun ini.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, isu perlambatan ekonomi China membuat harga komoditas termasuk batubara jadi merosot, karena daya beli yang melemah. Maklum, Negeri Panda merupakan salah satu produsen dan konsumen terbesar batubara.

Di sisi lain, harga batubara naik hari ini, bertepatan dengan data impor batubara China periode Mei naik 8,6% dari bulan sebelumnya menjadi 27,47 juta ton. Bahkan data bea cukai China menunjukkan, impor tersebut merupakan level tertinggi sejak Januari.

Mengutip Reuters, Senin (10/6) impor batubara China naik karena Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PTLU) China meningkatkan pembelian menjelang musim panas. Qianghuangdao Seaborne Coal Market melaporkan stok batubara di enam pembangkit listrik tenaga batubara terbesar di China mencapai 17,9 juta ton, setara dengan konsumsi harian hampir 33 hari.

Namun pemerintah China berencana segera mengurangi impor batubara, dan lebih memilih menggunakan batubara dari tanahnya sendiri. Ibrahim menilai peningkatan impor China hanya musiman, dalam jangka panjang impor akan terkikis.

Bahkan permintaan dari AS dan Eropa bakal dikurangi, keduanya merasa batubara menyebabkan emisi udara sehingga berencana mengganti dengan energi alternatif.

Ibrahim bilang saat permintaan melemah di tengah perlambatan ekonomi global, tak ayal harga batubara bisa jatuh ke level US$ 70 per metrik ton. “Harga batubara tahun ini akan cenderung melemah tidak seperti tahun kemarin,” kata Ibrahim kepada Kontan, Senin (10/7).

Ia menegaskan, tahun ini harga batubara cenderung dipengaruhi oleh suplai dan permintaan, bukan lagi karena pengaruh spekulan. Dia meramal sampai dengan akhir tahun harga batubara kemungkinan berada di level US$ 80-US$ 82 per metrik ton.

Adapun untuk prediksi harga besok di level US$ 72,80-US$ 75,00 per metrik ton dan sepekan di rentang US$ 70-US$ 76 per metrik ton.

Source : kontan.co.id

Harga minyak merangkak naik jelang pertemuan OPEC+ akhir bulan ini

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA – Harga minyak mulai menanjak setelah tertekan pada pekan lalu. Senin (10/6) pukul 7.23 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 54,47 per barel, menguat 0,89% ketimbang harga penutupan akhir pekan lalu pada US$ 53,99 per barel.

PT KONTAK PERKASA – Pergerakan serupa terjadi pada harga minyak brent untuk pengiriman Agustus 2019 di ICE Futures. Harga minyak acuan internasional ini menguat 0,68% ke US$ 63,72 per barel ketimbang posisi akhir pekan lalu pada US$ 63,29 per barel.

PT KONTAK PERKASA – Kamis lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa meski Rusia memiliki perbedaan pandangan soal harga wajar minyak, Rusia akan bersepakat dengan OPEC soal produksi dalam pertemuan beberapa pekan mendatang.

Pertemuan OPEC+ akan berlangsung di Wina, Austria pada akhir Juni atau awal Juli untuk menentukan keputusan tingkat produksi semester kedua. Pada semester pertama 2019 ini, OPEC+ memangkas produksi minyak 1,2 juta barel per hari atau lebih dari 1% produksi minyak global.

Putin mengatakan, harga minyak minimal untuk menutup anggaran Rusia adalah US$ 40 per barel. Tapi, Rusia pun menerima harga US$ 60 per barel-US$65 per barel. Sementara menurut Dana Moneter Internasional (IMF), Arab Saudi perlu harga minyak sekitar US$ 80 per barel-US$ 85 per barel untuk menyeimbangkan anggaran tahun ini.

Meski Amerika Serikat (AS) terus menambah pasokan, tapi produksi minyak AS dalam setahun terakhir berfokus pada super-light oil. Para trader minyak mengatakan bahwa pasokan heavy crude yang berkurang menyebabkan perusahaan penyulingan minyak harus menghadapi mismatch untuk produksi minyak olahan.

Sekadar informasi, heavy crude antara lain diproduksi di Venezuela, Meksiko, Kanada, Kuwait, dan Arab Saudi. “Ini adalah masalah struktural yang tidak akan hilang dalam beberapa waktu. Perusahaan pengolahan minyak menginginkan heavy crude dan produsen menyediakan light oil,”kata Jennifer Rowland, analis Edward Jones seperti dikutip Reuters.

Source : kontan.co.id

Oil posts biggest one-day loss of the year to settle at 2-month low

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA – Oil futures suffered their largest single-session loss of the year on Thursday, dropping to the lowest settlement in roughly two months, as the potential for a lengthy U.S.-China trade standoff led to a broad aversion to assets perceived as risky, knocking down global equities

PT KONTAK PERKASAIt was “a risk-off day” with the equity markets “falling out of bed,” said Marshall Steeves, energy markets analyst at Informa Economics.

PT KONTAK PERKASA – “The uncertainty around trade negotiations is adversely impacting financial markets of all sorts including equities and certainly oil futures,” he told MarketWatch. “There was also some technical selling in July WTI when it broke below the May 6 low and then triggered sell stops at $60.”

West Texas Intermediate crude for July delivery CLN19, -1.06%  on the New York Mercantile Exchange lost $3.51, or 5.7%, to settle at $57.91 a barrel, with prices at the lowest most-active contract settlement since March 12, according to Dow Jones Market Data.

Crude’s slide also took it below its 200-day moving average, a gauge of long-term momentum, at $60.55.

Global benchmark July Brent BRNN19, -1.09% fell $3.23, or 4.6%, to $67.76 a barrel on ICE Futures Europe, which represented its lowest level since March 25.

Both WTI and Brent crude saw their biggest single-session dollar and percentage losses year to date.

The flare-up in trade tensions between the world’s largest economies, U.S. and China, has raised doubt about near-term appetite for crude if a tariff conflict remains unresolved for a protracted period, market participants have said.

Source : marketwatch.com

Bursa Wall Street menguat meski dibayangi ketidakjelasan

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA – Indeks bursa Wall Street menguat pada Kamis (30/5). Hanya saja, kenaikan indeks bursa Amerika Serikat (AS) ini dibayangi komentar yang bertentangan soal perdagangan antara Presiden AS Donald Trump dan China yang memperkuat kekhawatiran tentang pertempuran panjang dua negara itu yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi global.

PT KONTAK PERKASA – Indeks Dow Jones Industrial Average naik 43,47 poin atau 0,17% menjadi 25.169,88 pada Kamis (30/5). Indeks S&P 500 juga naik 5,85 poin atau 0,21% menjadi 2.788,87 dan indeks Nasdaq Composite menguat 20,41 poin atau 0,27%, ke level 7.567,72.

PT KONTAK PERKASA – Trump mengatakan, pembicaraan dengan China berjalan baik. Tetapi komentar Trump itu dimentahkan seorang diplomat senior China yang mengatakan bahwa mereka yang memprovokasi perselisihan perdagangan adalah “terorisme ekonomi”.

Ketidakjelasan soal penyelesaian perang perdagangan telah mengguncang bursa saham AS akhir-akhir ini, setelah S&P 500 naik lebih dari 17% selama empat bulan pertama tahun ini karena optimisme kesepakatan perdagangan antara kedua negara dapat tercapai.

Namun optimisme itu telah memudar setelah pertikaian yang meningkat antara kedua negara tersebut kemudian membebani Wall Street pada bulan Mei 2019. Di bulan Mei ini, tiga indeks utama Wall Street turun setidaknya sebesar 5%.  Kenaikan indeks Wall Street pada Kamis (30/5) menandai kenaikan pertama untuk tiga indeks utama AS di minggu ini.

“Setelah beberapa hari turun, turun, dan turun, pasar biasanya mengambil nafas kolektif dan mengevaluasi ulang risiko,” kata Ben Phillips, Chief Investment Officer Eventshares di Newport Beach, California seperti dilansir Reuters.

“Pasar mulai menyadari bahwa kita tidak mendapatkan informasi yang benar-benar bersih atau jelas dan itu akan menjadi sangat berisik dan hanya bersiap untuk itu,” imbuh dia.

Kekhawatiran soal perdagangan membantu menopang permintaan aset safe haven seperti US Treasury. Dus, kurva imbal hasil US Treasury tenor tiga bulan dan tenor 10 tahun tetap terbalik, bahkan inversi terlebar dalam hampir 12 tahun.

Ini pada gilirannya, membebani saham perbankan yang sensitif dengan perubahan suku bunga. Indeks saham sektor perbankan pun 1,2% dan berada di jalur untuk penurunan tiga hari berturut-turut.

Indeks saham sektor energi juga turun 1,2%, karena harga minyak turun hampir 4%. Indeks saham sektor ini telah jatuh lebih dari 10% bulan ini.

Source : kontan.co.id

Kembali rebound, simak proyeksi harga gas alam pekan depan

Tags

, , ,

KONTAK PERKASA FUTURES – Meski perang dagang kian meradang, harga komoditas gas alam masih positif saja kini. Analis mencatat permintaan gas alam yang meningkat jadi penyebab penguatan harga.

KONTAK PERKASA FUTURES – Mengutip Bloomberg, Jumat (24/5), harga gas alam kontrak pengiriman Juni 2019 berada di level US$ 2,59 per mmbtu. Angka ini menguat 0,38% dari sehari sebelumnya US$ 2,58 per mmbtu. Namun, dalam sepekan, harga gas alam turun 1,52%.

KONTAK PERKASA FUTURES – Analis PT Pruton Mega Berjangka Cahyo Dewanto menilai, harga gas alam menguat karena permintaan komoditas ini dibanding batubara. Alasannya tidak banyak mencemarkan lingkungan. “Gas alam memang banyak permintaan saat musim dingin dan lebih baik penggunaannya karena tidak berefek negatif ke lingkungan,” sebut Cahyo.

Selain itu, mengutip Bloomberg, pasar gas alam cair memang masih akan menggairahkan lima tahun ke depan. Total pasokan gas alam cair tahun ini akan menambah 33 juta ton menjadi 358 juta ton per tahun.

Akan tetapi, gas alam bisa cenderung turun karena eskalasi Amerika Serikat dengan China. Cahyo bilang, AS sebagai produsen gas alam terbesar mempunyai banyak permasalahan dengan negara-negara besar. Kalau dilihat, China yang merupakan konsumen dan Iran sebagai produsen gas alam terbesar juga bisa menjadi masalah bagi harga gas alam.
“Ketegangan dikhawatirkan akan menjadi serius dan mempengaruhi rantai supply and demand,” tambah Cahyo, Jumat (24/5).

Secara teknikal, Cahyo mencatat harga gas alam bisa turun karena memanasnya AS dengan beberapa negara, yaitu China dan Iran. Dari segi teknikal, tampak harga berada di bawah indikator MA 50,100 dan 200. Indikator RSI dan ADX tampak netral, indikator stochastic tampak berada di bawah area 9,6, dan MACD di bawah area 12,26.

Cahyo memproyeksikan harga gas alam berkisar di rentang US$ 2,57-US$ 2,58 per mmbtu pada awal pekan depan. Sementara dalam sepekan, Cahyo memproyeksikan harga gas alam bergerak di level US$ 2,49-US$ 2,65 per mmbtu. Cahyo merekomendasikan jual.

Source : kontan.co.id

Sepanjang Ramadan, harga CPO merangkak naik

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Ramadhan segera berakhir, kurang dari sepuluh hari menjelang hari raya Idul Fitri. Nampaknya, harga crude palm oil (CPO) atau minyak sawit telah mendapatkan stimulus dari momentum ini.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Mengutip Bloomberg, harga CPO kontrak pengiriman Juni 2019 di Malaysia Derivative Exchange pada Jumat (29/3) pukul 17.37 WIB berada di level RM 2.010 per metrik ton. Angka ini tumbuh sebanyak 1,15% dari harga CPO sebelumnya RM 1.987 per metrik ton.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Bahkan jika ditelaah sejak awal Ramadhan, harga minyak sawit telah menguat 7,08% atau berada di level RM 1.877 pada Senin (6/5). Wajar saja, minyak sawit merupakan salah satu bahan dasar makanan dan kebutuhan rumah tangga, sebut saja minyak goreng, sabun, dan kosmetik.

Analis Asia Trade Poin Futures, Deddy Yusuf Siregar mengatakan indeks konsumsi saat Ramadhan akan meningkat, sehingga berdampak sama terhadap permintaan CPO. Mengutip Bloomberg, terbukti data ekspor minyak sawit Malaysia pada periode pengiriman 1-25 Mei naik 8,5% dari periode sama bulan lalu di level 1,39 juta ton.

Sejalan dengan data surveyor ekspor CPO Malaysia dalam periode sama naik 15,6% dibanding bulan lalu yang mencapai 1,4 juta ton. Deddy mengatakan pencapaian ini masih mengikuti tren kenaikan bulan April.

Dia menambahkan kenaikan harga CPO masih mendapatkan katalis kenaikan harga minyak kedelai yang menguat. Adapun kontrak minyak kedelai Chicago Juli, Selasa (28/5) pukul 18.26 WIB naik 1,1%.

Namun, perjalanan minyak sawit masih panjang di tahun ini. Ke depan Deddy mengira tren harga minyak kedelai tidak akan terlalu banyak berdampak kepada CPO. Sebab impor CPO ke kawasan Eropa bulan lalu turun 1%, sementara dalam periode yang sama impor minyak kedelai naik 9% di Benua Biru.

Lebih lanjut, Deddy mengatakan harga CPO bakal dipengaruhi perang dagang Amerika Serikat (AS)-China. Yang mana negeri Tirai Bambu adalah net eksportir CPO di dunia. Saat ekonomi China goyah maka ekspor cpo akan terganggu.

Dijadwalkan kedua belah pihak bakal bertemu bulan depan dalam rapat G20 yang akan dihadiri Presiden AS, Donald Trump dan Xi Jim Ping. Biar perang dagang usai, harga CPO masih rawan koreksi. “Harga CPO sampai saat ini belum naik signifikan ke area RM 2.200-RM 2.300 per metrik ton,” kata Deddy kepada Kontan, Selasa (28/5).

Deddy memprediksi pada perdagangan, Rabu (29/5) harga minyak sawit bakal berada di rentang RM 2.013-RM 2050 per metrik ton. Sementara sampai akhir pekan ini di kisaran RM 1.990-RM 2.080 per metrik ton.

Source : kontan.co.id