Laju Wall Street tertahan penurunan sektor layanan kesehatan

Tags

, , ,

KONTAK PERKASA FUTURES – Wall Street turun tipis pada akhir perdagangan Rabu (17/4). Kemarin, Dow Jones Industrial Average turun 0,01% ke 26.449,54.

KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks S&P 500 melemah 0,23% ke 2.900,45. Nasdaq Composite turun 0,05% ke 7.996,08.

KONTAK PERKASA FUTURES – Penurunan ketiga indeks utama bursa Amerika Serikat ini disebabkan oleh penurunan sektor kesehatan yang membayangi rilis kinerja emiten dan perbaikan data ekonomi AS dan China. Indeks sektor kesehatan turun 2,9% akibat kekhawatiran peraturan.

“Perusahaan-perusahaan farmasi dan kesehatan khawatir pada Medicare for all,” kata Jim Bell, president and chief investment officer Bell Investment Advisors kepada Reuters.

Medicare for all merupakan program yang diusulkan Partai Demokrat. Ada kekhawatiran atas perubahan sistem layanan kesehatan, yang termasuk menciptakan sistem yang dijalankan pemerintah untuk menyediakan asuransi kesehatan bagi warga AS.

Bell mengatakan bahwa investor menghindari sektor layanan kesehatan yang tengah berada dalam kontroversi. Apalagi ada sejumlah pilihan di tengah rilis kinerja keuangan kuartal pertama yang cenderung positif.

Harga saham Morgan Stanley menguat 2,6% setelah melaporkan kenaikan laba akibat pemangkasan biaya dan pertumbuhan segmen bisnis wealth management. Harga saham PepsiCo naik 3,8% setelah mencatat penjualan yang kuat di Amerika utara.

Analis memperkirakan secara total, emiten penghuni S&P 500 akan mencatat penurunan laba 1,8% secara tahunan pada kuartal pertama. Hingga saat ini, baru 54 perusahaan yang melaporkan kinerja dengan 79,6% mencatat laba lebih tinggi daripada konsensus.

Data ekonomi makro pun menunjukkan sisi positif. Defisit perdagangan AS turun ke level terendah dalam delapan bulan pada Februari lalu. Impor dari China turun 20,2% pada bulan Februari.

Di sisi lain, China mencatat pertumbuhan ekonomi 6,4% pada kuartal pertama. Angka ini lebih tinggi daripada prediksi di 6,3%.

Source : kontan.co.id

Advertisements

Rusia dan OPEC bisa menghentikan kesepakatan untuk merebut pangsa pasar

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA – Rusia dan OPEC bisa jadi akan memutuskan untuk menaikkan produksi untuk kembali berebut pangsa pasar dengan Amerika Serikat (AS) yang kini menjadi produsen minyak mentah terbesar dunia. Jika ini terjadi, harga minyak akan merosot hingga US$ 40 per barel.

PT KONTAK PERKASA – Pernyataan ini muncul dari Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov, Sabtu (13/4). “Ada satu dilema. Apa yang harus kami lakukan dengan OPEC, apakah kami perlu kehilangan pangsa pasar yang dikuasai Amerika, atau menghentikan kesepakatan,” kata Siluanov ketika berbicara di Washington seperti dikutip Reuters.

PT KONTAK PERKASA – Siluanov mengatakan, jika kesepakatan dihentikan, harga minyak akan turun, lalu investasi baru akan merosot, produksi minyak AS akan turun lebih rendah karena biaya produksi shale oil lebih tinggi daripada produksi tradisional. Jika hal ini terjadi, maka harga minyak akan turun ke US$ 40 per barel dalam setahun kurang.

Menteri keuangan bilang, saat ini belum ada kesepakatan baru. Siluanov pun mengatakan tidak mengetahui reaksi negara-negara OPEC atas rencana ini.

Sejak tahun 2017, Rusia bergabung dengan OPEC dan sejumlah produsen dalam kesepakatan OPEC+ untuk memangkas produksi. Pemangkasan produksi ditargetkan 1,2 juta barel mulai 1 Januari hingga enam bulan. OPEC+ akan bertemu lagi pada 25-26 Juni untuk menentukan arah kebijakan pemangkasan ini.

Akumulasi pemangkasan OPEC+ ini menopang kenaikan harga minyak hingga 32% sejak awal tahun. Alhasil, Presiden AS Donald Trump menyerukan kepada OPEC untuk melonggarkan kembali pasar.

Sumber Reuters menyebutkan bahwa OPEC bisa menaikkan produksi mulai Juli depan jika pasokan minyak Venezuela dan Iran turun lebih jauh dan harga makin tinggi. Karena jika pemangkasan produksi OPEC+ dilanjutkan, maka pasar minyak akan makin ketat.

Source : kontan.co.id

Harga minyak tergelincir setelah penguatan sepekan lalu

Tags

, , ,

KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak turun setelah bergerak menguat pada pekan lalu. Senin (15/4) pukul 7.11 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 63,67 per barel, turun 0,34% jika dibandingkan dengan posisi akhir pekan lalu pada US$ 63,89 per barel.

KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak brent untuk pengiriman Juni 2019 di ICE Futures turun 0,15% ke US$ 71,44 per barel dari harga akhir pekan lalu pada US$ 71,55 per barel.

KONTAK PERKASA FUTURES – Fluktuasi pasar komoditas minyak mentah makin tinggi di tengah sejumlah sentimen mixed. Akhir pekan lalu, Menteri Keuangan Rusia mengatakan bahwa OPEC+ bisa menghentikan kesepakatan pemangkasan produksi untuk kembali menaikkan pangsa pasar minyak.

Sementara Menteri Energi Iran Bijan Zangeneh mengatakan bahwa keseimbangan pasar minyak saat ini sangat rentan. “Venezuela sedang bermasalah, Rusia juga berada di bawah sanksi. Libya dalam kondisi krisis, dan sebagian produksi minyak Amerika Serikat (AS) terhenti. Hal-hal ini menunjukkan bahwa keseimbangan supply-demand sangat rentan,” kata Zangeneh seperti dikutip Reuters.

Zangeneh mengatakan bahwa jika AS memutuskan untuk menambah tekanan pada Iran, maka kerentanan pada pasar minyak akan membesar. AS kembali menerapkan sanksi kepada Iran pada November tahun lalu.

Pada awal penerapan, AS masih memberi kelonggaran bagi delapan negara untuk membeli minyak dari Iran. Beberapa waktu lalu, tiga dari delapan negara melaporkan tidak lagi membeli minyak Iran.

Harga minyak telah naik lebih dari 30% setelah tahun lalu turun.

OPEC+ akan bertemu pada akhir Juni dan menentukan arah kesepakatan selanjutnya. Meski Arab Saudi mempertimbangkan pemangkasan lebih lanjut, OPEC+ bisa menaikkan produksi mulai Juli jika gangguan pasokan dari eksportir lain terganggu. OPEC+ memangkas produksi sejak 2017 untuk mengimbangi rekor produksi minyak mentah AS.

Source : kontan.co.id

Cadangan minyak AS naik, harga minyak turun

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Energy Information Administration (EIA) lagi-lagi melaporkan kenaikan cadangan minyak Amerika Serikat (AS). Sebagai efek domino, harga minyak terkoreksi pada perdagangan hari ini.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Berdasarkan data Bloomberg pada, Kamis (11/4) pukul 20.29 WIB, Harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 64,01 per barel, turun 0,93% dari penutupan kemarin.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – EIA melaporkan, cadangan minyak AS naik 7 juta barel. Hasil tersebut rupanya lebih tinggi dari perkiraan pasar di level 2,6 juta barel. Ini adalah kenaikan stok terbesar sejak November 2017. Stok bensin justru turun 7,7 juta barel.

Lembaga tersebut pun melaporkan, input kilang minyak mentah AS rata-rata mencapai 16,1 juta barel per hari pada pekan lalu. Produksi bensin meningkat pekan lalu, rata-rata 10,2 juta barel per hari.

Analis Asia Trade Point Futures, Cahyo Dewanto menambahkan, harga minyak juga disandung oleh kekhawatiran permintaan minyak akan turun seiring dengan laporan International Monetary Fund (IMF) yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 3,5% ke 3,3% di tahun ini.

Cahyo menilai sentimen dari EIA ini akan mengoreksi harga minyak untuk sementara waktu. Sebab Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan non-OPEC masih melanjutkan pemangkasan produksi. Pada bulan lalu mereka telah mengurangi produksi minyak mencapai 1,27 juta barel per hari. Angka ini lebih tinggi dari target 1,2 juta barel per hari.

Source : kontan.co.id

Jeda dari rally, harga minyak terkoreksi tipis

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA – Harga minyak sediki terkoreksi pada perdagangan hari ini. Kamis (11/4) pukul 07.00 WIB harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$  64,41 per barel, turun 0,3% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 64,61 per barel.

PT KONTAK PERKASA – Koreksi harga minyak mentah terdorong oleh pernyataan Legal and General Investment Management (LGIM) yang mengatakan permintaan minyak bisa mulai menurun papda tahun 2025 jika negara-negara di dunia memberlakukan kebijakan ketat untuk mencegah perubahan iklim.

PT KONTAK PERKASA – Dalam laporannya yang diterbitkan Kamis (11/4) seperti dikutip Reuters, efek dari upaya untuk menekan kenaikan suhu global di bawah 2 derajat membuat permintaan minyak pada awal tahun 2040 turun sekitar 40% dari saat ini menjadi di bawah 60 juta barel per hari.

Namun, jika tak ada kebijakan baru yang diterapkan tentang perubahan iklim, menurut penelitian, permintaan minyak dapat mencapai sekitar 110.000 juta barel per hari pada tahun 2030.

“Sulit untuk menyatakan bahwa jika permintaan minyak mulai turun, yang kita anggap masuk akal bahwa industri minyak dan gas secara keseluruhan tetap sama menguntungkannya seperti saat ini,” ujar Nick Stansbury, Kepala riset komoditas LGIM.

Bahkan, jika permintaan merosot, kata Nick, beberapa perusahaan minyak masih bisa menjadi investasi menarik jika mereka beraksi terhadap ancaman yang memposisikan diri untuk bersaing di pasar yang mulai menyusut.

Source : kontan.co.id

Rusia merevisi pernyataan, harga minyak menguat

Tags

, , ,

KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak kembali memanas setelah terkoreksi pada perdagangan kemarin. Rabu (10/4) pukul 7.14 WIB. harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 64,23 per barel, menguat 0,39% ketimbang harga penutupan kemarin pada US$ 63,98 per barel.

KONTAK PERKASA FUTURES – Sejalan, harga minyak brent untuk pengiriman Juni 2019 di ICE Futures berada di US$ 70,81 per barel, menguat 0,28% daripada harga kemarin pada US$ 70,61 per barel.

KONTAK PERKASA FUTURES – Presiden Rusia Vladimir Putin kemarin mengatakan bahwa Rusia dan OPEC perlu mendiskusikan kesepakatan pemangkasan produksi pada tahun ini. Putin menambahkan, posisi harga minyak saat ini sudah pas dengan keinginan Rusia.

Di awal pekan, salah satu pejabat Rusia yang berhubungan dengan OPEC, Kirill Dmitriev memberikan sinyal bahwa Rusia ingin menaikkan produksi pada pertemuan Juni mendatang karena kondisi pasar dan persediaan mulai membaik. Pernyataan Putin sehari kemudian memperhalus posisi Rusia dengan mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk menilai apakah kesepakatan perlu diperpanjang.

“Kami siap bekerja sama dengan OPEC untuk pengambilan keputusan. Tapi saya belum bisa mengatakan apakah pemangkasan atau berhenti pada level produksi sekarang,” kata Putin seperti dikutip Reuters.

Pernyataan Putin ini pun muncul setelah Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan bahwa tidak perlu lagi memperpanjang kesepakatan pemangkasan jika pasar minyak sudah seimbang pada semester kedua. Novak kemudian mengatakan bahwa seluruh opsi masih dipertimbangkan.

Harga minyak masih berpeluang tertekan setelah IMF memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini. “Pemangkasan prediksi pertumbuhan global menjadi tantangan bagi harga minyak selanjutnya,” kata Phil Streible, senior commodities strategist RJO Futures.

Dari Amerika Serikat (AS), American Petroleum Institute (API) mengungkapkan bahwa persediaan minyak mentah AS bertambah 4,1 juta barel pada pekan lalu. Penambahan ini lebih tinggi daripada prediksi analis dengan kenaikan 2,3 juta barel. Menurut API,  persediaan minyak di Cushing Oklahoma, turun 1,3 juta barel. Data dari Energy Information Administration akan dirilis pada hari ini.

Source : kontan.co.id

Volume transaksi BBJ kuartal-I tersokong emas loco

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA FUTURES – PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) kembali menoleh kinerja ciamik pada kuartal-I tahun ini. Pencapaian tersebut ditopang transaksi emas loco dalam kontrak bilateral.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Direktur Utama BBJ, Stephanus Phaulus Lumintang mengatakan, dari tahun ke tahun emas loco memang menjadi anak emas. Tercatat dalam transaksi tiga bulan kemarin emas loco mencatatkan total transaksi sebesar 1,57 juta lot. Angka ini lebih tinggi 70% dari target yang ditetapkan pada kuartal pertama 2019. Bahkan volume transaksi ini naik 83,47% setara dengan 857.120 lot pada kuartal-I tahun 2018.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – “Emas loco pada dasarnya cukup menjanjikan untuk investasi, permintaan dari pasar juga selalu ada,” kata Direktur Utama BBJ, Stephanus Paulus Lumintang kepada Kontan.co.id, Senin (8/4).

Asal tahu saja emas loco masuk ke dalam kontrak sistem perdagangan alternatif (SPA) yang pada periode sama membukukan kinerja transaksi 1,57 juta lot. Tumbuh 27,53% setara dengan 1,23 juta lot pada periode sama tahun lalu. Secara berurutan dalam kontrak SPA, setelah emas loco sumbangsih transaksi berasal dari kontrak forex, index, energy, precious metal, dan single stock.

Sementara untuk kontrak multilateral sumbangsih terbesar berasal dari kontrak emas yang mencapai 165.177 lot. Naik 14,81% dari kuartal-I 2018 yakni sebesar 143.863 lot. Di sisi lain kontrak multilateral hanya mencapai 285.652 lot atau turun 22% dibanding transaksi periode sama tahun lalu sebesar 369.009 lot.

Stephanus menilai, pencapaian kinerja multilateral masih belum maksimal karena flukluasi harga emas pada Februari lalu dan Maret yang cenderung datar. Selain itu, isu Brexit yang masih molor membuat harga emas cenderung suram. Dalam kontrak multilateral, kontribusi terbesar setelah emas berasal dari kopi, olein, dan kakao.

Secara kumulatif BBJ mampu tumbuh 15,98% atau mengumpulkan transaksi sebesar 1,86 juta lot pada kuartal-I. Sementara pada periode sama tahun lalu transaksi di BBJ mencapai 1,60 juta. Volume transaksi ini masih lebih tinggi 2,11% daripada target BBJ sebesar 1.82 juta lot.

Adapun sampai dengan akhir tahun BBJ menargetkan total transaksi sebesar 6,92 juta lot. Sehingga pencapaian kuartal-I telah berkontribusi 26,85%. “Sinyal positif, saya optimistis bisa overtarget sama seperti tahun lalu,” katanya.

Pada kuartal-II BBJ mengaku pada dasarnya masih melakukan strategi yang sama yakni dengan menggenjot kontrak olein. Pasar emas masih cukup baik mengingat emas adalah salah satu aset safe-haven.

“Emas akan bagus pada kuartal-II apalagi ada momentum Ramadan dan hari raya Idul Fitri,” tutur Stephanus. Ia menambahkan ada satu aturan terbaru dalam Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) di tahun ini yang berhubungan dengan bursa berjangka.

Pasalnya Bappebti melarang penjualan emas secara online yang saat ini masih tersebar di market place. Nah, ke depan pedagang emas akan dialihkan ke bursa berjangka agar mendapatkan perlindungan dan hedging.

Source : kontan.co.id

Analis: Emas Antam lebih stabil dibandingkan harga emas global

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) diharapkan bisa membaik menjelang Lebaran dan pasca Pemilihan Presiden (Pilpres). Apalagi, sejak awal 2019 harga emas spot cenderung bergerak naik.

PT KONTAK PERKASA – Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono menjelaskan, dibandingkan harga emas dunia yang tengah rebound, emas Antam justru dinilai lebih stabil dan konsolidatif. Ini karena, emas dunia awal 2018 sempat tertekan lantaran dollar AS 2018 yang menguat. Sedangkan untuk emas Antam sempat menyentuh rekor harga baru di pertengahan 2018.

PT KONTAK PERKASA – “Pergeseran sentimen tahun lalu karena nilai tukar rupiah anjlok, namun saat rupiah bangkit sepertinya emas Antam dilepas dari hedging sebelumnya dan mengakibatkan koreksi. Tapi tidak jatuh, hanya konsolidasi,” kata Wahyu kepada Kontan.co.id, Jumat (5/4).

Jika mengikuti tren, seharusnya emas Antam bisa mengikuti kenaikan emas spot di awal 2019 ini, hanya saja sentimen domestik cenderung lebih kuat. Akibatnya, arus balik beli rupiah justru menjadi faktor emas Antam masih tertahan penguatannya.

“Mungkin jelang lebaran dan pasca pilpres, emas Antam bis membaik. Intinya tahun ini masih potensial bagi emas Antam untuk naik bahkan new high ke Rp 680.000 bahkan Rp 700.000,” jelasnya.

Sedangkan untuk prospek harga emas dunia, Wahyu menilai di kuartal kedua dan jangka menengah, harga emas spot cenderung berada di kisaran US$ 1.230-US$ 1.360 per ons troi.

Di mana, pergerakannya bakal diwarnai sentimen kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed), di mana pasar memperkirakan tidak akan ada kenaikan suku bunga acuan hingga akhir 2019.

Menurutnya, sejak akhir tahun lalu The Fed cenderung meredam rencananya untuk menaikkan suku bunga acuan akibat kondisi ekonom dan inflasi yang rendah di Negeri Adidaya tersebut.

“The Fed lebih akan memberi penilaian ekonomi fundamental soal tenaga kerja, sentimen global dan substansi kebijakan moneter. Malah, bukan mustahil menunggu sinyal soal wacata pemangkasan suku bunga (The Fed) meski kecil peluangnya,” ungkapnya.

Untuk saat ini, mayoritas sentimen emas terbesarnya berasal dari kebijakan The Fed. Adapun sentimen lainnya yang bersifat sementara yakni terkait krisis nuklir.

Secara keseluruhan, prospek harga emas masih punya potensi aman untuk tidak tertekan, jika ke depan harganya masih berat untuk naik. Ini lantaran peluang kenaikan FFR dan kondisi The Fed uang masih wait and see.

Gold bisa naik walau konsolidatif, kalau potensi naik makin kecil, maka terbuka potensi cut rate, sehingga ini momentum emas akan strong bullish. Tapi ini peluangnya masih kecil,” tandasnya.

Asal tahu saja, berdasarkan laman Logam Mulia, diketahui pergerakan emas PT Aneka Tambang (Antam) cenderung turun dalam tiga bulan pertama 2019 sebanyak 1,17% ke harga Rp 588.000. Sementara, berdasarkan data Bloomberg harga emas masih tercatat menguat tipis 0,30% ke level US$ 1.298,50 per ons troi.

Source : kontan.co.id

Harga Emas Bangkit dari Level Terendah 10 Minggu

Tags

, , ,

KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas menguat pada hari Kamis (Jumat pagi WIB), setelah menyentuh level terendah hampir 10 minggu di awal sesi karena dolar Amerika Serikat (AS) menguat ditopang data pekerjaan AS, sementara investor menunggu kejelasan tentang pembicaraan perdagangan AS-China.

KONTAK PERKASA FUTURES – Dilansir dari Reuters, Jumat (5/4/2019), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1.292,72 per ounce. Harga emas berjangka AS cenderung stagnan di kisaran USD 1.294,3.

KONTAK PERKASA FUTURES – Logam mulia sebelumnya menyentuh level terendah sejak 25 Januari di level USD 1.280,59 terbebani oleh dolar yang lebih kuat.

Dolar naik 0,2 persen terhadap sekeranjang mata uang karena klaim pengangguran AS mencapai level terendah 49 tahun pekan lalu, menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan meskipun pertumbuhan ekonomi melambat.

Namun, data beragam sepanjang minggu dari seluruh dunia tidak meyakinkan pasar bahwa semuanya baik-baik saja. Analis sekarang menunggu data payroll non-pertanian AS yang diawasi ketat pada hari Jumat untuk petunjuk lebih lanjut tentang kekuatan ekonomi AS.

Investor juga mengamati perkembangan dalam konflik perdagangan AS-China, dengan Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan mengumumkan tanggal untuk pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping.

Kepemilikan di dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, jatuh untuk sesi ketiga berturut-turut pada hari Rabu. Holdings berada di level terendah sejak 17 Desember di 24,57 juta ounce.

Di antara logam mulia lainnya, harga platinum di pasar spot naik 2,6 persen menjadi USD 897,25, setelah sebelumnya mencapai tertinggi sejak pertengahan Juni di USD 901,49.

Platinum melonjak 3,4 persen di sesi sebelumnya, terbesar dalam lebih dari dua tahun. Palladium turun 2,8 persen menjadi USD 1.365,01 dan perak sedikit berubah pada USD 15,13 per ounce.

Source : liputan6.com

Harga emas merambat naik

Tags

, , ,

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas merangkak naik setelah melorot pada awal pekan ini. Kamis (4/4) pukul 7.28 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.296,60 per ons troi, naik 0,10% jika dibandingkan dengan harga hari sebelumnya.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Meski menguat, harga emas ini masih lebih rendah ketimbang harga akhir pekan lalu pada US$ 1.298,50 per ons troi. Kenaikan harga minyak salah satunya didorong oleh koreksi nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS). Pagi ini, indeks dollar turun ke 97,03 yang merupakan level terendah dalam enam hari perdagangan terakhir.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – “Jika Federal Reserve masih menahan suku bunga dan ada indikasi aksi jual pasar saham, harga emas bisa menembus US$ 1.300 per ons troi,” kata Chris Gaffney, president of world market TIIA Bank kepada Reuters.

Setelah bulan lalu mengumumkan penghentian pengetatan moneter yang dilakukan selama tiga tahun terakhir, The Fed menurunkan target pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran dan inflasi. Suku bunga yang lebih rendah menyebabkan harga emas lebih menarik daripada safe haven dollar.

Saat ini, investor menunggu sinyal perbaikan ekonomi AS dari data non-farm payroll yang akan dirilis besok.

Source : kontan.co.id